Keseruan di hari Minggu

Hagoe's Village: Sept, 6th 2026
Hari Minggu akhir pekan aku akan melakukan beberapa kegiatan yang telah direncanakan, baik di rumah maupun di luar rumah atau lebih tepatnya di desa tetangga dan juga rumah saudara kami yang tinggal di kecamatan lain dalam Kabupaten Aceh Utara.
Sarapan pagiCuaca cukup bersahabat di Minggu pagi ini. Tidak terlalu panas dan tidak pula turun hujan. Dan aku telah bangun sejak pagi untuk melaksanakan sholat subuh dan juga menyiapkan sarapan pagi ku.
Dari pengeras suara (TOA) di desa kami telah terdengar pengumuman bahwa diharapkan kepada semua warga desa khususnya yang laki-laki untuk menghadiri acara maulid nabi di Desa Tumpok Barat yang merupakan desa tetangga kami, pada siang hari nanti.
Saat ini sudah memasuki musim Maulid Nabi Muhammad SAW, dimana perayaan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) akan diadakan dalam rentang waktu tiga bulan secara maraton di desa-desa di wilayah kami.
Jadi, masing-masing desa akan melaksanakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW secara bergantian dan saling mengundang warga desa yang bertetanggaan. Shollu 'alan Nabi...! 🤲
Pada hari Minggu ini kebetulan Desa Tumpok Barat yang melaksanakan acara Kenduri Maulid, dan pastinya mengundang kami untuk hadir ke acara tersebut.
Membereskan kayu-kayuSetelah selesai sarapan pagi, aku akan melanjutkan kegiatan ku membereskan kayu-kayu sisa bongkaran rumah mertuaku. Sedangkan istriku dan si kecil Alvira akan mengikuti kegiatan pengajian rutin mingguan di Mesjid Al-Khalifah Ibrahim Matangkuli.
Aku mencabut paku-paku yang masih menempel di kayu-kayu sisa bongkaran rumah tersebut agar nantinya bisa digunakan untuk berbagai keperluan.
Memasak sayurKetika sudah lelah aku pun menghentikan kegiatanku. Dan beberapa saat kemudian aku menuju dapur untuk memasak sayur untuk menu makan keluarga kami.
Kebetulan ada sejumlah rebung bambu yang aku petik kemarin, dan di hari ini aku bisa mengolahnya menjadi sayuran untuk menu makan kami.
Karena istriku sedang mengikuti kegiatan pengajian rutin mingguan di Mesjid Al-Khalifah Ibrahim Matangkuli maka aku mengambil alih untuk memasak sayur tersebut setelah selesai membereskan kayu-kayu sisa bongkaran rumah mertuaku.
Pembacaan Radja SholawatSekitar pukul 11 siang, aku bersiap-siap untuk menghadiri acara kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan di Desa Tumpok Barat sesuai dengan pengumuman tadi pagi.
Aku berangkat bersama adikku dan berkumpul terlebih dahulu bersama warga yang lain di persimpangan Desa kami. Dan kemudian sama-sama berangkat menuju lokasi acara.
Sebuah tradisi perayaan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang telah berlangsung secara turun-temurun sejak puluhan tahun yang lalu, dimana perayaan ini diadakan dengan cukup meriah.
Yang menjadi ciri khas perayaan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW Maulid Nabi adalah pembacaan zikir dan sholawat oleh undangan yang merupakan warga desa sekitar maupun grup zikir dari balai pengajian sekitar.
Kenduri MaulidAcara Maulid Nabi ini diakhiri dengan acara makan kenduri bersama, dimana aneka makanan serta minuman yang disajikan ini berasal dari warga desa yang merupakan tuan rumah acara maulid.
Menunya pun bermacam-macam dan cukup "mewah", dimana warga desa dengan sengaja menyiapkan aneka menu makanan yang akan disajikan kepada para undangan.
Persiapan untuk kenduri Maulid Nabi ini pun telah dilakukan secara serius sejak jauh-jauh hari. Bahkan ada warga desa yang memelihara sendiri ayam atau bebek yang akan dimasak dan disajikan pada saat Kenduri maulid dilaksanakan.
Selain aneka makanan yang disajikan kepada para undangan, para undangan juga diberikan oleh-oleh berupa pulut ketan dan pisang untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.
Kearifan lokal yang sudah berlangsung secara turun-temurun selama puluhan tahun ini menggambarkan nuansa religius dalam masyarakat di Aceh.
Mesjid SeunuddonSetelah acara Maulid Nabi Muhammad SAW selesai, kami pun kembali ke rumah karena sebentar lagi akan tiba waktu sholat Zuhur. Dan aku hanya istirahat saja di rumah setelah melaksanakan sholat Zuhur.
Usai melaksanakan sholat ashar aku bersama beberapa anggota keluarga yang lain akan menghadiri acara "Seunujoh" di rumah saudara kami yang ada di Kecamatan Seunuddon.
Seorang saudara kami telah meninggal dunia pada tujuh hari yang lalu, dan sebagai sesama saudara kami akan berkunjung ke rumah duka di hari ketujuh atau lebih dikenal sebagai Hari Seunujoh.
Sebelum waktu sholat magrib kami telah berada di rumah duka dan setelah beberapa saat kemudian kami pun pamit pulang dan sempat singgah di Mesjid di Keudee Seunuddon untuk melaksanakan sholat magrib terlebih dahulu.

Di MJ.8 Coffee Panton LabuKami singgah di sebuah cafe di kawasan Panton labu yang bernama MJ.8 Coffee sesuai permintaan anak-anak kami.
Cafe ini cukup luas dan sangat cocok sebagai tempat untuk bersantai keluarga ataupun relasi, dengan perpaduan konsep outdoor dan juga indoor.
Kami memilih untuk duduk di bangku outdoor saja. Tetapi beberapa saat kemudian sudah mulai turun hujan yang membuat kami harus berpindah ke ruang semi outdoor.
Ngopi di malam hariKami pun memesan sejumlah makanan dan minuman ketika sudah berada di ruang semi outdoor, dimana aku memesan segelas kopi espresso dan cemilan lainnya.
Seperti biasanya anak-anak memesan makanan dan minuman kesukaan mereka masing-masing seperti matcha yang sedang trend dan lain-lain.
Hujan pun terus turun dengan cukup deras. Dan sekitar pukul 10 malam kami pun meninggalkan cafe tersebut untuk pulang ke rumah masing-masing.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!










Hi @alee75
Assalamu Alaikum wa Rahmatullah hope you are very well , Nice to hear a beautiful piece of writing with a title called Sunday Fun. You have celebrated Sunday beautifully in keeping with the name. Its main source is Miladunnabi, the birthday of the Holy Prophet
I could feel so much in your writing that there is no flaw in your love and affection for the Prophet, may God bless him and grant him peace. Not only that everyone in your area is very happy about it and everyone is eager to accept it.
You shared that today i.e. Sunday was a beautiful day. Where the sky was overcast but there was no rain and there was no sun either. Because of that there was nothing to call scorching heat. It is true that Allah Ta'ala has given it on the occasion of Sunday's birthday
I was very curious about the cultural way of your country, what do they actually study and do zikr inside the mosque. I found a book where you say to read salawat. together Is it a greeting to the Prophet or something else, it seems that every pious family in your country is a family of Islam.
Wa'alaikumussalam, brother...
Terimakasih sudah berkunjung di postingan saya.
Sebagai muslim tentu kita sangat mencintai Rasulullah Muhammad SAW dengan cara mengikuti ajaran dan semua Sunnahnya.
Dan dalam aplikasinya, banyak umat Islam merayakan Hari Kelahiran beliau dengan berbagai cara sebagai wujud kecintaan kepada beliau.
Dalam tradisi masyarakat Aceh kami merayakan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan cara berzikir dan membacakan sholawat.
Jenis zikir serta sholawat nya pun cukup beragam sesuai dengan tradisi di daerah tersebut.
Berikut salah satu contoh zikir maulid yang ada di dalam masyarakat kami 👇
Atau ini 👇
Banyak juga model lainnya.
Sekali lagi terima kasih telah berkunjung 🙏
Hi @alee75
Thank you so much for responding to my comment. I am really very happy; you answered my comment so beautifully. And you have clearly explained about the Milad-un-Nabi celebrations and the zikr events held in your country and area in the name of the Prophet Sallallahu Alaihi Wasallam.
Also, I saw that you sent two videos, and from those videos, it’s clear that the remembrance (zikr) of the Prophet Sallallahu Alaihi Wasallam is done in various ways. Basically, zikr is the verbal remembrance of Allah Ta'ala and the Prophet Sallallahu Alaihi Wasallam. Now, depending on region or personal preference, one can perform zikr in any system, and there is no problem with that.
What matters most is doing it in a way that feels comfortable. Whatever we lovingly practice in honor of Allah Ta'ala and the Prophet Sallallahu Alaihi Wasallam from the heart is what truly matters—that is the essence of zikr. So stay well, stay healthy, and we will meet again in another comment or post, Insha’Allah.
#s34engagement
Benar. Yang terpenting adalah esensinya bahwa kita merayakan Hari Kelahiran Nabi sebagai wujud kecintaan kepadanya.
Masalah cara dan bentuknya tentu disesuaikan dengan kultur setempat.
Yang terpenting tentu tidak hanya merayakan kelahiran Nabi. Tetapi dengan mengikuti dan melaksanakan ajaran yang dibawanya serta sunahnya. Kita harus mencontoh perilaku dan sikap beliau serta menjadikan beliau sebagai role model dalam hidup kita.