The Diary Game 15-9-2026 Antar Adik Kuliah dan Nostalgia Masa Keemasan di SMP

in Hot News Community2 days ago (edited)

1000192620.jpg

ngajar anak kelas 4

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo teman-teman semuanya! Senang sekali rasanya hari ini saya bisa kembali menyapa Anda semua di wadah komunitas belajar ini.

Saya merasa sangat bahagia dan bersyukur bisa meluangkan waktu untuk berbagi sedikit keluh kesah, keceriaan, dan jalan cerita keseharian saya pada hari ini.

Di tengah suasana Indonesia yang sudah mulai memasuki musim hujan ini, tak bisa dipungkiri ada sedikit rasa cemas dan khawatir yang membekas di dalam hati. Berita mengenai potensi bencana alam seperti banjir tentu membuat kita harus tetap waspada.

Namun, di atas segalanya, mari kita senantiasa memohon perlindungan dari Allah Yang Maha Kuasa agar kita semua selalu diberikan kesehatan walafiat, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Hari ini saya akan menceritakan keseharian saya yang sedikit berbeda dari biasanya, meskipun tetap ada rutinitas yang sama. Aktivitas saya dimulai dengan perasaan lega dan penuh kesyukuran karena alhamdulillah saya bisa bangun saat azan Subuh berkumandang sekitar pukul lima pagi setelah dibangunkan oleh adik saya.

Walaupun jujur saja, kepala ini rasanya masih agak pening dan sempat tertidur lelap beberapa kali karena semalam tidur agak larut. Tanpa sempat mandi terlebih dahulu karena waktu yang sudah sangat mendesak, saya langsung menunaikan salat Subuh.

Setelah salat, kami bergegas bersiap-siap karena hari ini saya bertugas mengantar adik saya, Amel, kembali ke kosnya di Lhokseumawe.

Barang bawaan Amel kali ini benar-benar luar biasa banyaknya. Selain pakaian dan perlengkapan kamar, dia juga membawa kompor listrik baru yang dibelikan oleh Mamak.

Untungnya, sepeda motor kami memiliki bagasi yang cukup luas, jadi semua barang bawaan bisa masuk dengan rapi. Tepat jam enam pagi kami sudah keluar rumah.

1000192587.jpg

cakep banget sunrise nyaa

Tujuan pertama kami adalah mampir ke ATM untuk menarik uang tunai, lalu mencari bahan bakar. Karena stasiun pengisian bahan bakar eceran yang dekat cuma ada di pinggir jalan.

saya memutuskan untuk mengisi bensin eceran dulu sebesar sepuluh ribu rupiah sekadar untuk pertolongan pertama agar motor tidak mogok.

Ternyata perjalanan berburu bensin hari ini cukup menguji kesabaran dan nyali kami. Sesampainya di Sampoiniet, antrean di pom bensin sudah sangat panjang, jadi saya memutuskan untuk terus jalan ke arah Lhok Sukon.

Tapi sesampainya di Lhok Sukon, ternyata stok bensin belum ada sama sekali dan kondisinya masih kosong.

Kami lanjut ke pom bensin kedua, dan ternyata puyengnya pintu gerbangnya masih tertutup rapat alias belum buka.

Di titik ini kami berdua sudah mulai ketakutan kalau-kalau bensin habis di tengah jalan. Tapi alhamdulillah, di pom bensin ketiga daerah Gedung, kami akhirnya bisa bernapas lega.

Meskipun Pertalite kosong, tanpa berpikir panjang kami langsung mengisi Pertamax sebanyak dua puluh lima ribu rupiah.

Lucunya, saat awal diisi, jarum indikator bensin di motor cuma naik satu angka saja. Kami sempat cemas, tapi setelah dibawa jalan beberapa ratus meter, barulah indikatornya naik perlahan.

1000192585.jpg

ngantarin adek pagi pagi kekosnya

Rasa lega yang luar biasa terpancar saat kami akhirnya tiba di kos Amel sekitar jam tujuh lewat dua puluh atau jam tujuh lewat tiga puluh. Tanpa mengulur waktu, saya langsung mengantarnya ke kampus.

Setelah tugas mengantar selesai, saya kembali ke kos Amel untuk beristirahat sejenak selama kurang lebih dua jam. Saya menikmati sekeping roti dan sempat tidur sedikit untuk memulihkan tenaga yang terkuras selama perjalanan jauh tadi.

Sekitar jam sepuluh lewat, saya berpamitan untuk perjalanan pulang ke rumah yang memakan waktu kurang lebih satu jam.

Sesampainya di rumah, rasa lelah langsung terbayar saat bisa berkumpul, makan, dan cerita-cerita hangat sama Mamak.

1000192621.jpg

di gabung kelas 4A dan 4B

Setelah puas melepas rindu dan membersihkan diri dengan mandi segar, saya bersiap-siap untuk pergi mengajar di SD. Saya mengajar materi bahasa Aceh di sana.

Karena sekolah kami sedang dalam proses renovasi atau direhab total, kegiatan belajar mengajar kami sementara waktu dialihkan ke gedung SMP terdekat, yang tidak lain adalah tempat saya menimba ilmu dulu.

Melangkahkan kaki di lorong-lorong bangunan itu membuat saya mengalami deja vu yang luar biasa. Kenangan masa-masa sekolah menengah pertama langsung berputar layaknya film lama di kepala saya.

1000192622.jpg

sepatu baru saya ayang murah meriah

Bagi saya, masa SMP adalah masa keemasan dalam hidup saya karena saya sempat dipercaya menjadi ketua OSIS, guru-gurunya sangat ramah dan berwibawa, serta teman-temannya tidak ada yang toxic. Suasana SMP itu adalah masa-masa indah yang paling ingin saya ulang kembali berkali-kali kalau bisa.

1000192619.jpg

makan bakso sama ibu tercinta

Sekitar jam empat lewat tiga puluh sore bel sekolah berbunyi, dan saya pulang berboncengan bersama Mamak.

Di tengah jalan, Mamak bilang kalau beliau lapar, jadi kami memutuskan untuk mampir ke warung mie bakso ayam langganan yang posisinya sangat menenangkan di dekat area persawahan.

Menikmati semangkuk mie bakso hangat dengan pemandangan sawah yang asri sungguh menghadirkan rasa damai yang tak ternilai harganya, apalagi porsi standarnya cuma sepuluh ribu rupiah saja.

1000192633.jpg

pemandangan pas makan mie bakso

Kami juga memesan es Nutrisari yang simpel tapi segar. Sebelum pulang, kami membeli nasi bungkus untuk orang rumah karena mereka sudah dilarang makan bakso dulu sebab sudah dua hari berturut-turut makan bakso.

Sesampainya di rumah, adik-adik menyantap nasi yang dibeli. Saya sendiri langsung mandi dan menunaikan salat Asar sambil menunggu waktu Magrib.

Jadwal sore saya biasanya diisi dengan mengajar les bahasa Inggris untuk murid saya bernama Farel, tapi ternyata hari ini dia tidak datang.

1000192618.jpg

beli vitamin karna kelelahan

Alhamdulillah, hari ini saya bisa dapat libur les penuh untuk benar-benar istirahat. Karena badan saya sudah mulai terasa lemas dan agak sakit, saya mengambil obat suplemen Imboost yang harganya lumayan mahal, sekitar delapan puluh ribu rupiah untuk satu papan isi sepuluh tablet, tapi kandungannya memang sangat bagus untuk tubuh.

1000192635.jpg

buah pukat takengon dari kawan Amel

Kebahagiaan hari ini makin lengkap karena saya dapat rezeki makan buah alpukat super besar pemberian dari teman Amel yang berasal dari Gayo. Daging buahnya sangat tebal, pulen, dan rasanya enak sekali.

Setelah makan alpukat, saya meluangkan waktu sejenak untuk berzikir, mengaji, lalu menunaikan salat Isya.

Setelah semua ibadah selesai, saya pun beristirahat tidur lelap. Demikian cerita keseharian saya hari ini, terima kasih banyak untuk teman-teman yang sudah berkenan membaca. Sampai jumpa di cerita berikutnya!

Sort:  
 yesterday 

Wa Alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Long but meaningful day! From taking your sister back to her boarding house and dealing with the fuel shortage to teaching at your old school and enjoying a warm bowl of bakso with your mother, there were so many little moments in your day. I especially loved the part about returning to your old SMP and remembering your school days—it must have brought back so many beautiful memories. The avocado from Gayo also sounded delicious! May God always protect you and your family, give you good health, and make your daily journeys safe and easy. Thank you for sharing such a heartfelt diary.

#s34engagement.

 yesterday 

Thank you so much for your kind words and warm prayers! It really means a lot to me. Reading your response made my day even brighter. Wishing you and your family all the best and lots of blessings as well

 yesterday