The Diary Game 17-9-1026 Mengalir Bersama Lelah, Kasih Sayang, dan Suara Anak-Anak

in Hot News Community12 hours ago
jemput dek sya di TK

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo teman teman semuanya, senang sekali rasanya bisa kembali hadir dan menyapa kalian semua di komunitas yang luar biasa ini.

Alhamdulillah saya merasa sangat bahagia karena masih diberikan kesempatan untuk terus berbagi cerita kehidupan sehari hari.

Semoga kita semua tidak pernah merasa bosan untuk terus menuangkan kisah kita lewat tulisan, mencatat setiap jejak langkah kehidupan di hari hari yang kita jalani.

Hari ini saya ingin membagikan cerita tentang keseharian saya yang cukup berbeda dari biasanya dan terasa sangat padat. Rencananya hari ini saya ingin menjalankan ibadah puasa sunnah.

Alarm sebenarnya sudah saya pasang sejak pukul empat pagi, namun entah mengapa tubuh ini rasanya begitu berat hingga saya tidak sengaja tertidur kembali. Ketika saya terbangun, waktu sudah menunjukkan sepuluh menit sebelum azan subuh berkumandang.

1000193394.jpg

sahur minum vitamin

Karena panik dan terburu buru, saya langsung mengambil vitamin Imboost lalu meminumnya agar kondisi tubuh tetap fit dan kuat berpuasa seharian.

Saya sempat berniat untuk makan sedikit ganjal perut, tetapi sayangnya azan subuh sudah keburu berkumandang. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi makan sahur.

Setelah menyikat gigi, saya langsung menunaikan salat fajar dan dilanjutkan dengan salat subuh. Awalnya saya berencana untuk langsung membaca surat Yasin setelah salat, namun rasa kantuk yang luar biasa datang menyerang.

Mata saya benar benar tidak bisa diajak bekerja sama, sampai akhirnya saya tertidur sebentar dalam posisi duduk. Tidak lama kemudian, tidur singkat saya terganggu karena Bu Kasmi datang ke rumah untuk meminta kembali mukenanya, jadi saya pun beranjak mengambilkannya.

Suasana di rumah juga mulai ramai karena ibu saya sudah heboh mempersiapkan diri pagi pagi sekali. Sebagai seorang pegawai negeri sipil, ibu harus segera berangkat ke sekolah untuk melakukan absen pagi.

Sebelum ibu berangkat, saya membantu adik saya yang bernama Nafisa untuk bersiap siap dan memakai seragam karena dia harus pergi ke sekolah TK.

Setelah ibu dan Nafisa berangkat, saya menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak sambil membereskan bagian depan rumah dan menjemur pakaian.

Namun waktu istirahat itu tidak bertahan lama. Anak les pertama saya bernama Putra sudah datang ke rumah.

Dia ingin belajar pelajaran IPAS dan menjawab beberapa soal kuis. Belum sempat saya menarik napas panjang setelah selesai dengan Putra, murid les berikutnya

1000193381.jpg

Ngajarin Humaira

yaitu Humaira dan Ikram sudah sampai. Saya pun melanjutkan kegiatan mengajar baca, tulis, dan berhitung bersama mereka.

1000193382.jpg

ngajarin Ikram

Tidak berapa lama kemudian, Cidah juga datang untuk ikut belajar. Pada momen ini saya mulai merasa kewalahan karena harus menghadapi beberapa anak sekaligus sendirian. Anak anak mulai harus mengantri giliran belajar sehingga fokus mereka sedikit terpecah.

Saya mencoba membagi perhatian sebaik mungkin, memberi Cidah kuis IPAS sembari menyimak anak lainnya. Belum selesai kerumitan itu, Rafki tiba tiba datang. Kepala saya rasanya makin pusing menghadapi situasi kelas yang mendadak sangat ramai. mereka istirahat sebentar sebelum memulai les kembali.

1000193383.jpg

ngajarin adik sepupu saya tapi mereka istirahat sebentar

Untuk menyiasati keadaan, saya meminta Rafki mengerjakan tugas menulis bahasa Inggris terlebih dahulu, sebelum nanti di akhir sesi dia lanjut belajar membaca Alquran selama tiga puluh menit sesuai permintaan orang tuanya.

Di tengah kepeningan mengajar anak anak les, ibu saya menelepon dan meminta saya untuk menjemput Nafisa di sekolahnya. Saya terpaksa menghentikan kegiatan les sejenak dan meminta anak anak untuk beristirahat dulu.

Saya pun bergegas pergi menjemput Nafisa. Suasana di luar sangat ramai dan cuaca begitu terik menyengat.

Walaupun tubuh rasanya lemas karena berpuasa tanpa sahur, saya tetap berusaha menikmati dan menjalani setiap prosesnya dengan ikhlas.

Setibanya di rumah membawa Nafisa, saya langsung melanjutkan kegiatan mengajar les yang sempat tertunda.

Satu per satu anak anak seperti Humaira dan Ikram selesai belajar lalu dijemput oleh orang tua mereka, sedangkan beberapa anak lainnya pulang sendiri.

Setelah itu tersisa Naki dan Rafki yang harus saya bimbing membaca Alquran. Mengajar mengaji di saat kondisi tubuh lemas memang terasa agak berat, tetapi saya berusaha tetap menikmatinya selama tiga puluh menit hingga selesai.

1000193389.jpg

ngajarin Rafqi dan Naqi baca Quran

Begitu anak anak selesai belajar dan bermain, saya menggunakan kesempatan itu untuk benar benar beristirahat. Tubuh saya terasa sangat lemas sampai akhirnya saya tertidur lelap. Begitu terbangun, saya langsung menunaikan salat zuhur.

Namun perjuangan hari ini belum selesai. Setelah salat, saya harus melanjutkan mengajar les untuk Rafa selama dua jam penuh karena dia mengambil pelajaran bahasa Inggris dan mengaji.

Pukul empat sore, Rafa akhirnya dijemput oleh orang tuanya. lanjut tiba tiba sampe meja baru. langsung di tes dong sama anak-anak di rumah

1000193385.jpg

sampe meja baru mereka bahagia

Saya segera menunaikan salat asar dan kembali mencoba beristirahat. Namun baru saja saya hendak duduk santai sambil menarik napas lega, Gania sudah datang untuk les. Dengan sisa tenaga yang ada, saya mengajar Gania dengan bantuan adik saya, Uun.

1000193384.jpg1000193386.jpg

ngajarin Syakina dan Ghania diajarin dek Uun

Tidak lama berselang, Shakina juga datang untuk belajar. Saya terus mengajar hingga pukul enam sore. Rasa lelah yang saya rasakan hari ini benar benar berada di puncaknya, super lelah dari pagi hingga sore tanpa henti.

Setelah sesi les Shakina selesai tepat jam enam sore, saya memutuskan untuk keluar rumah sebentar demi mendinginkan pikiran yang sudah sangat pusing. Saya pergi ke Panton Labu untuk membeli bukaan berupa jus alpukat dan dimsum goreng.

Namun di tengah jalan, adik saya menghubungi dan meminta dikirimkan uang. Saya harus mencari mesin ATM terlebih dahulu untuk mengirimkan uang tersebut. Tanpa terasa azan magrib berkumandang saat saya masih berada di perjalanan pulang.

Sesampainya di rumah, saya memberikan uang kepada adik saya lalu segera berbuka puasa. Walaupun makan malam terasa sedikit terburu buru, saya tetap bersyukur.

1000193391.jpg

buka puasa makan nasi kuah ikan bandeng

Selesai berbuka, saya menunaikan salat magrib dan melanjutkannya dengan membaca surat Yasin karena malam ini adalah malam Jumat.

Malam ini sengaja saya kosongkan dari segala jadwal les. Pikiran dan tubuh saya benar benar butuh istirahat total tanpa gangguan apapun. Setelah salat isya, saya sengaja tidak menyentuh ponsel sama sekali karena ingin menikmati waktu untuk diri sendiri.

1000193387.jpg

baca yasin malam jumat

Di momen santai itu, saya menyempatkan diri untuk melakukan percakapan mendalam atau deep talk dengan adik laki laki saya yang bernama Naki. Saya sering merasa khawatir dengan perkembangannya di usia remaja.

Dia melontarkan beberapa pertanyaan random yang terkadang cukup sulit untuk saya jawab. Namun saya berusaha memberikan pemahaman tentang hidup, bahaya merokok, serta membimbingnya perlahan agar kelak bisa tumbuh menjadi anak yang saleh.

Setelah percakapan itu, saya sempat terbangun lagi sekitar pukul sepuluh lewat tiga puluh malam karena rasa lapar yang sangat mendalam.

1000193393.jpg

skinceran sebelum tidur

Saya sadar betul bahwa makan di tengah malam seperti ini tidak baik untuk kesehatan tubuh yang seharusnya beristirahat, namun rasa lapar tidak bisa ditahan. Setelah makan sedikit, saya akhirnya kembali melakukan kegiatan saya.

Rutinitas sebelum tidur yaitu skinceran biar kulit wajah kita sehat. kemudian saya berbaring dan bersiap untuk tidur lelap menyongsong hari esok.

Sort:  

Thank you for sharing on steem! I'm witness fuli, and I've given you a free upvote. If you'd like to support me, please consider voting at https://steemitwallet.com/~witnesses 🌟