The Diary Game, July 14, 2026 | The kids are going back to school, so my routine is getting busy again

Hᴇʟʟᴏ Sᴇᴍᴜᴀɴʏᴀ...
𝗠ereka yang mampu membuat banyak pertanyaan belum tentu mampu menjawabnya. "Bertanya" menurutku hanya bentuk perlindungan diri oleh mereka yang menghindar dari tanggungjawab, namun Kebodohan tidak akan dapat menghukum intelektual meskipun reputasi mereka lebih unggul dalam catatan status sosial.
...prinsipku tidak akan berdebat dengan pemilik karakter keras kepala dan bijaksana karena mereka fokus pada kemenangan bukan pada kebenaran. ..lupakan itu!

Anak-anak mulai kembali ke sekolah, sama halnya dengan wali murid lain, rutinitasku mulai bertambah yakni antar dan jemput putriku ke sekolah pasca libur panjang. Di hari kedua aku harus menemani putriku menemukan kelas barunya setelah ia berhasil menyelesaikan ujian semester genap dan duduk di kelas lima.

Seusai ia menemukan kelas barunya, aku menjumpai wali kelas untuk memberitahukan bahwa putriku telah berada disana dan berharap kursi belajarnya tidak berada di belakang karena fisik putriku lebih kecil dari siswa lainnya. Aku lega ketika wali kelasnya berkata "kami akan mengatur ulang dan menyesuaikan agar setiap siswa mendapat tempat yang ideal dan nyaman untuk belajar".
Aku akan terlambat tiba di tempat kerja karena setelah mengantar dan menemani putriku disekolah aku harus membeli satu porsi lontong untuk istriku di rumah. Untungnya gerobak penjual makanan tradisional khas masyarakat Indonesia tersebut sedang tidak ramai pembeli.

Makanan berbahan dasar beras dibungkus daun pisang ini mulai tersebar luas di hampir pelosok daerah, meskipun awalnya dikenal sebagai kuliner tradisional masyarakat di pulau Jawa.
Saat tiba di kantor pikiranku luput dari mengabadikan photo dokumentasi! Seusai melakukan presensi pagi aku tidak banyak waktu selain menghidupkan labtob dan mulai melanjutkan pekerjaanku merampungkan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah. Sebelum jari-jariku memulai bekerja, atasan kami sempat memberitahukan bahwa besok (Rabu, 15/07/2026) pukul 09.00 wib akan dilaksanakan rapat lanjutan tentang progres Rencana pengadaan tanah untuk relokasi korban bencana Hidrometeorologi.
....Suasana mulai hening hingga kurang lebih satu jam sebelum beberapa rekan kerjaku mulai duduk di meja yang sama. Mereka tidak mengajakku ngobrol melainkan sibuk dengan ponselnya masing-masing diantara suara sentuhan jari jemariku di atas keyboard. Aku berhenti beraktivitas setalah alarm phonselku berbunyi. Jarum jam di tanganku tepat di angka 12.00 wib, Ya! aku harus menjemput putriku pulang sekolah.

Hanya sebentar saja di rumah, selesai makan siang dan shalat dhuhur aku kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan. Dalam perjalanan aku juga mampir di pom bensin terdekat yang akhirnya harus mengantri beberapa saat untuk mendapatkan sedikit bahan bakar sepeda motorku

Tiba kembali di kantor aku malah disambut oleh minuman favoritku, tentu saja aku tidak menolak saat rekanku menawarkan kopi, minuman berkafein ini akan membantuku untuk tetap melek, apalagi pada jam siang yang rentan diserang rasa kantuk.
Suasana kembali hening.. aku terus berupaya merampungkan ketikanku di labtob sambil menyeruput "sipping" minuman warna hitam di gelasku. Aku tidak hanya menyelesaikan narasi dokumen perencanaan tapi harus menyiapkan sampul untuk 5 Dokumen yang harus aku selesaikan sebelum jam kerja berakhir.
![]() | ![]() |
|---|---|
Jarum jam mulai mendekati pukul 18.00 wib aku masih dihadapan perangkat labtob merampungkan sampul untuk 5 dokumen perencanaan pengadaan tanah, masing-masing sampul harus aku siapkan dengan tema latar belakang berbeda. Semua rekanku tidak lagi terlihat! Mungkin mereka sudah kembali ke rumah.

Aku berhasil menyelesaikan pekerjaanku, namun tidak dapat mencetaknya (print) karena waktu shalat magrib hanya beberapa menit lagi. Lantas aku membereskan semua perlengkapan kerja sebelum kembali ke rumah. Besok pagi sebelum rapat di mulai aku harus lebih awal ke kantor untuk membaca kembali semua dokumen tersebut sebelum aku cetak.
....saat tiba di lorong depan rumah, rasa lelahku seperti lenyap seketika disambut gembira oleh putriku dengan gaya dan senyuman khasnya, ia pun segera berhenti bermain dengan teman-temannya karena waktu azan shalat magrib akan tiba.

Meskipun rasa lelahku telah hilang, namun setelah shalat Isya aku tetap bersikeras menyambangi warung kopi langgananku MS Coffee di Jl. Listrik. Harganya tidak mahal aku hanya membayar sejumlah 5.000 idr untuk porsi kopi dalam gelas ukuran kecil. Tidak hanya menikmati minuman favoritku, tapi selama dua jam disana juga aku manfaatkan untuk menyelesaikan postingan the diary gameku hari ini.
Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant



https://x.com/i/status/2077066450444161406
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Thank you @ngoenyi 🙏