Rutinitas biasa

Hagoe's Village: Sept, 2nd 2026
Masih diawal bulan September, aku akan melakukan aktivitas rutin ku sebagai Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan tentunya sebagai pribadi yang memiliki tanggungjawab di rumah maupun dalam masyarakat.
Sarapan pagiRutinitas pagi tentu dimulai dengan melaksanakan sholat subuh sebagai wujud rasa syukur bahwa masih diberikan umur panjang dan kesehatan oleh Allah SWT.
Ini maknanya Tuhan masih memberikan kesempatan untuk beribadah dan berbuat baik diatas muka bumi, karena begitu banyak orang yang telah meninggalkan dunia ini dan ingin kembali ke dunia untuk berbuat kebaikan, tetapi sudah tidak memungkinkan lagi.
Dalam pemahaman muslim, orang yang meninggal dunia meminta kepada Tuhan agar dikembalikan ke dunia ini agar bisa berbuat kebaikan.
Tetapi hal itu sudah tidak mungkin karena sudah berbeda alam, dan setiap orang sudah diberikan kesempatan untuk berbuat kebaikan selalu dia hidup di dunia.
Jadi, sebelum menyesal nantinya maka kita harus berlomba-lomba untuk melakukan berbagai kebaikan selama kita hidup agar menjadi orang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar kita, alih-alih menjadi biang kerok atau membawa kemudharatan bagi orang lain.
Rutinitas selanjutnya adalah membereskan peliharaan dan tanaman-tanaman kami, dan kemudian sarapan pagi sebelum berangkat ke kantor untuk melaksanakan tugas.
Di ruang kerjaSeperti biasanya kami menuju Kota Lhoksukon dan singgah di depan Puskesmas Lhoksukon untuk membeli cemilan pada para penjual disana.
Tetapi pagi ini ada yang kurang lengkap. Orang yang menjual Pecal sayur tidak berjualan disana sehingga aku membeli nasi gurih saja yang akan kubawa ke kantor.
Dan hari ini aku melaksanakan tugasku sebagai stakeholder peternakan dan kesehatan hewan di kantor Puskeswan yang aku selingi dengan menyiapkan postinganku.
Di warung kopiMenjelang siang, aku serta adikku meninggalkan kantor Puskeswan untuk pulang ke rumah karena sebentar lagi aku harus menjemput si kecil Alvira pulang sekolah.
Aku harus berbagi tugas dengan istriku dimana dia akan menjemput si kakak di tempatnya bekerja sedangkan aku akan menjemput si kecil Alvira pulang sekolah.
Dalam sebuah hubungan pernikahan kita harus saling mengerti dan saling membantu khususnya untuk memastikan anggota keluarga bisa beraktifitas dengan optimal.
Tidak boleh egois dan menyerahkan semua tanggung jawab kepada salah satu pihak (istri atau suami). Harus sama-sama bertanggung jawab terhadap keluarga.
Komunikasi adalah sesuatu hal yang sangat krusial agar tidak terjadi kesalahpahaman dan agar semuanya bisa terlaksana dengan baik serta lancar.
Aku menunggu si kecil Alvira pulang sekolah di sebuah warung kopi yang ada didepan sekolah sambil menikmati segelas kopi seperti biasanya bersama para warga desa.
Sekolah si kecil AlviraKita adalah makhluk sosial dan pasti membutuhkan orang lain sehingga kita harus menyadari betapa pentingnya sosialisasi dan silaturahmi dengan orang di sekitar kita.
Banyak wadah bagi kita untuk bersosialisasi dengan warga sekitar, baik di berbagai event dalam masyarakat maupun sekedar ngopi bareng di warung kopi.
Aktivitas seperti ini sudah menjadi ciri khas dalam masyarakat di pedesaan, dan ini adalah salah satu pertimbangan ku mengapa aku memutuskan untuk kembali ke kampung halaman dan menetap di desa.
Tentu juga dengan pertimbangan agar dekat dengan kedua orangtuaku karena mereka masih hidup meskipun usianya sudah lebih delapan puluh tahun.
Beberapa saat kemudian si kecil Alvira sudah keluar dari pintu gerbang sekolah dan kami pun segera pulang ke rumah ditengah cuaca yang cukup panas di siang ini.
Makan siangIstriku membelikan sejumlah menu makan siang pada penjual menu makanan bungkusan di Keudee Matangkuli sehingga kami bisa makan siang bersama setelah istriku kembali ke rumah bersama si kakak.
Terkadang kami malas memasak, atau karena kondisi tertentu yang membuat istriku tidak sempat memasak maka solusinya adalah membeli menu siap makan di pasar.
Setelah selesai makan siang kami pun melaksanakan sholat Zuhur dan hanya istirahat saja di kamar pada siang ini.
Kwaci labuSekitar pukul 03 sore aku kepingin minum kopi, dan aku menuju dapur untuk membuatkan kopi espresso dengan menggunakan French press saja.
Sebelum membuatkan kopi terlebih dahulu aku mengolah biji labu kuning agar menjadi kwaci yang akan menemani suasana sore ku.
Biji labu memiliki banyak manfaat sehingga sayang bila dibuang. Untuk itu aku akan mengolahnya menjadi kwaci pada sore ini.
Parang SikureuengUsai melaksanakan sholat ashar aku pergi ke kantor Puskeswan Matangkuli untuk melengkapi presensi sore ku, dimana si kecil Alvira juga ikut dengan ku untuk jalan-jalan di sore ini.
Dalam perjalanan pulang kami melewati kawasan Parang Sikureueng karena kami akan membeli barang dan juga cemilan buat si kecil.
Bakso bakarSi kecil Alvira membeli sejumlah bakso bakar dan dibawanya pulang ke rumah sehingga nantinya dia bisa makan bakso tersebut bersama dengan kakaknya.
Aku segera membereskan tanaman dan peliharaan-peliharaan kami sebelum waktu sholat magrib tiba.
Seperti biasanya, kami sudah makan malam sebelum melaksanakan sholat magrib. Dan usai melaksanakan sholat magrib, aku pun mengantarkan si kecil Alvira ke tempatnya mengaji.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75










