The Diary Game, August 9, 2026 | Holidays aren't always for resting

Hᴀɪ ꜱᴇᴍᴜᴀɴʏᴀ...
𝗕ukan kebiasaanku menikmati secangkir teh panas di pagi hari, namun istriku telah menyiapkan beserta sepotong roti bakar sederhana buatannya. Aku tidak mengatakan apapun melainkan menyambutnya dengan ucapan terima kasih.
Memanfaatkan hari libur, aku memaksa diri menolak kebiasaan pagi ku untuk menikmati segelas kopi di warung Cikgu. Kami duduk di kursi kayu sambil berdialog santai tentang apapun yang tidak sempat dibicarakan karena kesibukan masing-masing. Tentang anak-anak yang mulai dewasa, biaya sekolah mereka bahkan hal-hal yang mungkin tidak pernah mereka pikirkan.
Setelah memastikan IDR dalam saku celanaku mencukupi untuk membeli beberapa kebutuhan sehari-hari, selanjutnya aku pamit untuk berbelanja ke pasar Inpres. Stok makanan di dapur mulai kosong terutama ikan, sayur dan rempah-rempah.
![]() | ![]() |
|---|---|
Usai membeli ikan patin dan tongkol, langkahku bergerak ke lapak pedagang sayuran, rempah serta bumbu masakan tumis Aceh. Sejak istriku malas berbelanja, aku mulai terbiasa dengan situasi pasar, harga sejumlah barang kebutuhan bahkan menghadapi trik sejumlah pedagang yang hendak melariskan barang dagangannya di pasar tradisional tersebut.
Aku mulai keluar dari kerumunan dan menuju lokasi parkiran kenderaan. Setiba di rumah aku menyerahkan barang belanjaanku pada istriku, selanjutnya aku pamit sebelum menuju ke desa Blang Jruen kecamatan Tanah Luas guna melayat ke rumah salah seorang rekan ku yang saat ini sedang berduka.
Entah karena jam makan siang hampir tiba atau aku yang tidak dapat menahan diri tanpa menikmati minuman berkafein tinggi, aku tidak mempermasalahkan alasan apapun! beberapa menit kemudian aku tiba warung Cikgu dan memesan kopi dalam gelas ukuran kecil.

Usai 90 menit aku berada di warung Cikgu azan waktu shalat dhuhur pun tiba. Aku segera menghabiskan sisa kopi dalam gelas dan menuju Masjid Baitul Huda Kuta Blang untuk menunaikan shalat Dhuhur terlebih dahulu.

Aku tiba di Kecamatan Tanah Luas atau tepatnya di Desa Blang jruen sekitar pukul 14.00 wib. Aku segera menuju rumah duka, dan setelah kegiatan berdoa selesai, kami atau semua tamu yang hadir dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh keluarga.
Sebelum kembali ke kota Lhokseumawe, aku juga singgah beberapa saat di tempat saudaraku (adik). ya, kebetulan jaraknya sangat dekat dengan rumah keluarga duka. Disana aku juga disuguhkan kelapa muda seraya berbincang lepas karena kami lama tidak berjumpa alasan kesibukan masing-masing.
![]() | ![]() |
|---|---|
Setelah satu jam kami ngobrol panjang lebar, kemudian aku pamitan pada adikku dan keluarganya untuk kembali ke Kota Lhokseumawe sebelum waktu shalat Ashar tiba.
Aku kembali menempuh perjalanan menuju kota Lhokseumawe, akhirnya sepeda motorku memasuki area masjid besar Al-Hikmah Cunda sekitar pukul 16.40 wib. Aku segera menuju tempat wudhu untuk melaksanakan ibadah shalat Ashar.

Selesai shalat aku melanjutkan perjalanan pulang ke rumah melalui Jl. Merdeka Barat yang merupakan akses utama menuju pusat kota. Namun saat tiba di kawasan Mon Geudong aku tidak meluruskan perjalanan, melainkan berbelok ke jalan yang menghubungkan ke warung Cikgu Kopi.

Lagi-lagi aku menikmati segelas kopi panas, mungkin alasanku sederhana, yakni sekadar melepas lelah setelah satu jam menempuh perjalanan dengan sepeda motor dari kecamatan Tanah Luas.
Sekian kisah diary ku! Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant




https://x.com/i/status/2087555816660533503
Huge thanks @rokonn 🙏🙏
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.