The Diary Game, July 23, 2026 | I am Pursuing the certain, not the impossible

Hᴇʟʟᴏ ꜱᴏʙᴀᴛ ᴋʀᴇᴀᴛɪꜰ...
𝗠engikuti rapat internal merupakan aktivitas keduaku di kantor, sebelumnya aku telah memulai pekerjaan memperbaiki perubahan beberapa narasi dalam Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah sejak pukul 08.00 wib. Rapat tersebut berkisar tentang penguatan kedisiplinan dan evaluasi kinerja seluruh pegawai ASN di lingkungan instansi kami. Meskipun banyak yang beranggapan rapat tersebut hanya prioritas bukan urgensitas, namun argumen itu wajar bagi mereka yang tidak benar-benar mau terlibat aktif dengan sejumlah program kegiatan instansi.
Aku terpaksa meninggalkan kegiatan rapat internal setelah satu jam berjalan karena harus merampungkan perbaikan dokumen perencanaan. Meja kerjaku terlihat sedikit berantakan meskipun segelas kopi senantiasa menyemangatiku dalam penyelesaian setiap pekerjaan. Aku malu jika kerja kerasku di analogikan sebagai "sutra pembungkus debu", paling tidak apa telah aku lakukan akan berdampak positif pada pencapaian tujuan dan kinerja instansi.
![]() | ![]() |
|---|---|
Benar juga, kekurangan amunisi (Lacking resources) sangat mempengaruhi mencapai target! Ya, finansial pas-pasan membuat seseorang kewalahan melakukan semua pekerjaan sendiri dalam waktu bersamaan. Itu aku! Lagi-lagi harus menunda pekerjaan hanya untuk menjemput dan mengantar putriku ke sekolah.
Seperti kisahku Disini, perubahan jam belajar putriku akibat renovasi beberapa ruang belajar sangat mempengaruhi jam kerja idealku di kantor.

..Putriku tersenyum karena aku tiba di rumah tepat waktu. Aku mengantarnya ke sekolah dan selanjutnya aku meneruskan perjalanan menuju ke kantor.
Berkumpul dengan sejumlah rekan kerja aku anggap bagian dari produktivitas meskipun kami lakukan di sela-sela padatnya pekerjaan. Refreshing kecil ini dapat menambah semangat kerja dan meminimalisir rasa bosan dalam ruang yang dipenuhi kertas dan perangkat komputer. Canda tawa dan lelucon bagian penting untuk memperpanjang usia karena dapat menghilangkan stres dan menjaga kesehatan mental.

Aku kembali ke ruang kerja, lantai mulai semak dengan sejumlah lembar kertas ketikan yang harus aku ganti dalam buku dokumen Perencanaan. Mudahan mesin cetak (printer) masih kuat menjalankan tugasnya untuk mencetak ratusan lembar HVS A4.
Hanya 15 menit aku gunakan untuk melaksanakan shalat Ashar, setelahnya aku kembali melanjutkan mencetak lembar baru sebagai pengganti narasi yang telah final. Detak jarum jam adalah kejujuran interval waktu yang tidak mungkin diperlambat. Tapi aku tidak yakin pekerjaan ini akan selesai sebelum jam pulang kantor tiba.

Aku hanya melakukan presensi pulang kerja meskipun masih memaksa diri untuk betah melanjutkan pekerjaanku hingga pukul 18.00 wib. Sejumlah rekanku yang lain sudah kembali ke rumah mereka, aku mengganti kesunyian dengan menghidupkan music di labtob seraya menemani mesin printer yang terus bekerja.
Pukul 18.00 wib aku mulai meninggalkan gedung kantor. Gang kecil depan rumah yang biasanya ramai anak-anak bermain mulai sepi karena waktu magrib hampir tiba. Sejenak aku bersantai di teras rumah, bukan untuk menyeka keringat tapi hanya kelelahan fisik dan berpikir tentang rutinitas yang sama esok pagi.
Hanya sisa wangi parfum masih tercium pada pakaian, tapi bekas keringat tetap saja membuat tubuh tidak nyaman..! lantas aku menuju kamar mandi dan selanjutnya bersiap menunaikan shalat magrib.
Entah karena kelelahan hingga aku tertidur sejanak usai melaksanakan shalat magrib. Lambungku tidak terasa lapar dan meminta istriku untuk menyimpan kembali makam malamku yang sudah disajikan.
Setelah shalat Isya aku pamit pada keluargaku untuk menuju warung Cikgu kopi. Awalnya aku hanya memesan segelas kopi. Sebelum berangkat aku sempat memeriksa dompetku dan memastikan ada sisa IDR untuk membayar makanan jika disana tiba-tiba aku diserang rasa lapar.
Kekhawatiran ku ternyata benar, entah karena aroma lezatnya racikan penjual mie Aceh di warung itu mengusik hidungku atau tiba waktunya lambungku membutuhkan makanan. Alhasil aku terpaksa memesan satu porsi mie Aceh agar aktivitasku mengetik postingan diary game tidak terhenti.
Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant





https://x.com/i/status/2081056280668717422
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
@ridwant
Halo ridwant! 📸 Jika kamu suka fotografi, coba lihat WelSnap – aplikasi foto di blockchain Steem. Kamu hanya berbagi momen asli yang diambil langsung, menentukan sendiri seberapa terlihat lokasi kamu, dan bisa menyimpan foto secara pribadi hanya untuk diri sendiri. Setiap foto yang kamu unggah mendapat vote dari saya – saya melihatnya setiap hari. Dan setiap foto yang diunggah otomatis masuk dalam undian bulanan kami: dari semua foto akan dipilih satu yang memenangkan 100 STEEM. Informasi lebih lanjut tentang aplikasi ini bisa kamu temukan di: https://welako.app/@greece-lover/welsnap-the-photo-app-that-shares-real-moments-and-belongs-to-you-20260720164757 Penasaran? 👉 welako.app/snap
Selama beberapa bulan, saya aktif sebagai Witness di Steem — saat ini di posisi #42, dengan server dan backup sendiri. Tujuan saya adalah bersama-sama dengan orang lain meningkatkan sistem ini, sehingga nilai tukar naik secara berkelanjutan dan kita semua memiliki masa depan di blockchain ini. Jika kamu menyukai komitmen saya, aku akan sangat senang menerima suara Witness-mu.
Pilih dengan sekali klik ↗
If you don't want to receive more comments like this, you can opt out here: https://welako.app/welpromo/optout?token=285971592b8092c624b48a575b3270e955ae14361d9f308be2bd1d8dafec9bf7&u=ridwant
Not interested? Click the link above or simply reply STOP under this comment.
Note: If you don't reply to this comment, it will be automatically removed within a week.
Terima kasih atas informasinya...🙏
Thank you @sohanurrahman 🙏