Percikan air hujan di Jalanan
Sahabat steemit semuanya salam sukses selalu buat anda semuanya dimanapun anda berada....
Pagi Sabtu sekitar pukul 07.00 setelah melakukan fingerprint saya langsung menuju ke pusat Kruenggeukueh. Karena hari ini siswa saya akan mewakili kecamatan Dewantara untuk mengikuti kegiatan cerdas cermat tingkat kabupaten yang diadakan di kecamatan Syamtalira Bayu. Rencana keberangkatan pada pukul 07.30 sehingga para peserta sudah berkumpul sebelum fakultas tersebut.
Setelah para siswa berangkat saya pun kembali ke kantor untuk menjalani rutinitas seperti biasanya. Ketika saya sedang sibuk berbicara dengan beberapa orang guru, tiba-tiba ada panggilan dari rekan saya yang mengatakan bahwa kita berkumpul sejenak di sebuah warung kopi untuk membicarakan beberapa hal penting terkait kebijakan tentang pengurusan anggota persatuan guru Republik Indonesia.
Kami berada di tempat ini hingga menjelang pukul 11.00 siang. Dan selanjutnya kembali ke kantor masing-masing untuk melanjutkan aktivitas seperti biasanya. Ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.30, saya pun ingin segera kembali ke rumah untuk beristirahat. Namun saya memilih untuk tidak langsung kembali ke rumah karena ingin melakukan perjalanan menuju ke tempat acara. Secara kebetulan hujan pun sudah berhenti dan saya pun langsung menggunakan sepeda motor untuk mencuri jalanan yang sedikit basah.
Entah apa sebabnya, ketika saya sedang melaju di jalan yang sempat terendam oleh air hujan yang sangat deras. Baju dan celana saya terpercik air yang membuat basah, bahkan smartphone milik saya sempat juga terkena air. Selanjutnya Saya memilih untuk beristirahat sambil melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim di sebuah masjid yang berada di kecamatan Muara Satu. Yang pada akhirnya saya memilih untuk segera pulang, karena celana dan baju yang saya pakai sudah basah semuanya, bukan karena hujan namun karena percikan air di jalan.
![]() | ![]() |
|---|
Karena rasa lapar yang menimpa diri saya, jarum jam pun sudah menunjukkan pukul 13.30. Yang membuat saya singgah di sebuah warung nasi yang berada di lintas jalan nasional tepatnya di desa Tambon Baroh. Saya mencoba menikmati masakan khas Aceh berupa ikan gabus yang dimasak dengan bumbu khusus, yang dinamakan dengan "Kuah pliek" yang ikan gabus menjadi menu utamanya. Selain itu ada masakan Aceh khas lainnya yang juga saya pesan dan tentunya saya menghabiskan semuanya.
Di rumah makan inilah saya menikmati masakan khas Aceh. Dan tentunya saya merasa puas dengan masakan yang disajikan, yang sangat sesuai dengan lidah saya, terutama untuk masakan ikan gabusnya. Selanjutnya saya langsung pulang ke rumah untuk melanjutkan aktivitas seperti biasanya, namun saya lebih banyak berdiam diri di rumah sambil beristirahat.
Terima kasih kepada semua sahabat steemit yang telah singgah di post saya. Salam @muzack1.






Quite a busy Saturday, from accompanying your students for the district-level quiz competition to attending the meeting with fellow teachers. The unexpected water splashes on the way must have been a little uncomfortable, especially when your clothes and even your smartphone got wet. The Acehnese meal you had afterward sounds delicious, especially the snakehead fish cooked with kuah pliek. It’s always satisfying to enjoy a traditional local dish after a tiring day. Thank you for sharing your daily journey with us, and I hope you had a good rest at home after such a long day. Best wishes!
#s34engagement.