The Diary Game July 10, 2026 | Not all activities are work, but coffee always cheers me up!

Hᴇʟʟᴏ Sᴇᴍᴜᴀɴʏᴀ...
𝗞orupsi defensif dan koersif sama sama dimaknai sebagai tindakan pencurian atau embargo kesejahteraan orang banyak hingga menimbulkan berbagai masalah sosial yang kompleks. Hujatan jutaan netizen tidak berpengaruh karena Dehumanisasi adalah manusia yang kehilangan akal sehat oleh adanya keinginan yang melampaui batas kebutuhannya. ..kenapa harus menyinggung hal ini, karena aku salah seorang dari ratusan juta warga negara yang ikut membiayai kebutuhan dehumanisasi dengan pajak dan retribusi lainnya.

Aku terus menelusuri lorong sempit menuju lokasi pegang ikan di salah satu pasar tradisional terbesar di kota yang pernah dijuluki sebagai "Petro dolar" tahun 1980-1990. Sebenarnya aku tidak ada agenda berbelanja, namun istriku terlalu banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Jadi, aku terpaksa menghentikan pekerjaanku di kantor lebih awal, lagi pula sebentar lagi atau pukul 12.30 wib aku harus menunaikan shalat Jum'at di masjid.
..aku bukan pedagang yang beraktifitas di satu tempat, tidak pula bercerita tentang kemana waktu ku saban hari, namun anda bisa melihat setiap postingan hingga akhir..!
![]() | ![]() |
|---|---|
Setelah membeli ikan, bumbu tumis aceh dan beberapa kebutuhan lainnya, aku kembali ke parkiran dan meninggalkan pasar Inpres yang berlokasi persis di Jln. Listrik. Masih dijalan yang sama roda sepeda motorku terus melaju ke sebuah warung makan sederhana untuk membeli "kuah pilek" siap saji untuk lauk makan siang kami sekeluarga.
Kuah pilek U adalah salah satu makanan khas masyarakat provinsi Aceh, berbahan utama santan kelapa dan pliek ("pliek" terbuat dari ampas kelapa tua atau disebut patarana), juga dicampur sejumlah sayuran lainnya hingga dinamai "kuah Pilek U". Meskipun penyajian gulai sayuran khas ini sedikit ribet namun kaya rempah serta memiliki rasa yang lezat.
Setelah membayar sejumlah 10.000 IDR untuk satu porsi Kuah Pilek, aku kembali ke rumah seraya membawa pulang hasil belanjaan. Sebelum bersiap berangkat ke masjid aku meluangkan waktu memberi makan kucing-kucing kesayanganku, mereka tidak disekap! tapi lebih senang berada dalam kandang ketimbang bermain di luar.
Aku lapar, tapi aku baru saja membawa pulang hasil belanjaan. Istriku tidak mungkin memasak dan menyajikan lauk makan siang dalam waktu sekejab. Aku terpaksa membekali lambungku dengan beberapa sendok nasi dan air putih sebelum menuju ke masjid.
Aku memilih berjalan kaki menuju Masjid Darussalam yang berlokasi di Jl. Listrik google maps. Meskipun di desa berbeda, namun lokasinya sangat dekat dengan kediamanku ketimbang Masjid Agung Islamic Center. Suasana nyaman dan adem terasa meskipun bangunan indah itu tidak dibekali dengan pendingin ruangan (AC) lantai beralas marmer ikut memberi kesejukan bagi seluruh jamaah yang mulai memadati masjid untuk mengikuti kegiatan Jum'at.
![]() | ![]() |
|---|---|
Khutbah sang khatib durasi kurang lebih 20 menit tersebut hanya berfokus pada kedangkalan pemahaman syariat oleh generasi muda, umumnya seluruh umat muslim di era digital. Era dimana semua nilai-nilai agama mulai dipisahkan dengan kehidupan dunia dan dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat.
Sekularisme adalah dorongan yang menempatkan urusan akhirat sebagai ranah pribadi tanpa mencampuri urusan pemerintah dan publik. Pemahaman ini menjadi titik awal kerusakan cara berpikir manusia dimana kebebasan tidak lagi terkontrol hingga menyebabkan manusia mencari titik lemah manusia lainnya untuk melakukan tindakan kejahatan.

![]() | ![]() |
|---|---|
Seusai kegiatan Jum'at aku kembali kerumah. Aku juga menikmati makan siang yang disajikan oleh istriku. Sebelum kembali ke kantor aku menyempatkan bahan rumah tangga di Swalayan Sabana yang berlokasi di Jl. Listrik. Disana aku membeli deterjen pembersih pakaian dan kapur barus untuk pengusir serangga dan bau tidak sedap di kamar mandi.
![]() | ![]() |
|---|---|
Sekitar pukul 14.30 wib aku tiba kembali di kantor dan melanjutkan pekerjaanku menggunakan labtob. Selesai satu dokumen perencanaan, kemudian dikoreksi dan memperbaiki kembali, bayangkan jika lebih dari 15 dokumen perencanaan pengadaan tanah yang harus aku selesaikan dengan filter yang ketat dari atasan. Sementara aku telah memulai sejak beberapa minggu lalu dan hanya lima dokumen yang telah selesai aku kerjakan.
Kami harus mengikuti semua aturan dan ketentuan yang berlaku dalam penyusunan dokumen perencanaan, karena permasalahan pengadaan tanah sangatlah kompleks, hal ini untuk menghindari kerentanan akibat hukum yang akan muncul di kemudian hari.
![]() | ![]() |
|---|---|
...jarum jam pukul 17.00 wib aku mulai bersiap-siap menyudahi pekerjaanku. Rasa penat, lelah dan lapar mulai menggerayangi tubuhku. Setelah menyimpan labtob di ransel aku mulai keluar dari gedung kantor menuju warung Cikgu. Setiba disana aku memesan segelas kopi panas dan sepiring mie Aceh.
Aku memilih area belakang warung untuk tujuan kenyamanan dan menjauhkan telingaku dari kebisingan pelanggan warung lainnya. Aku berharap situasi ini akan membantuku menyelesaikan beberapa paragraf postingan ku di platform ini sebelum waktu azan magrib berkumandang.
Malam harinya aku kembali keluar ke warung yang sama setelah sebelumnya berkumpul dengan keluarga sambil menikmati makan malam bersama. Ya, lagi-lagi aku memesan segelas minuman berkafein tinggi dalam gelas ukuran kecil. Tapi mataku hanya bertahan tidak lebih dari 90 menit. Tapi aku dapat menambah beberapa paragraf tulisan untuk postingan diary sebelum aku kembali ke rumah untuk beristirahat.

Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant













https://x.com/i/status/2075958017976373616
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Curated by: @kouba01
Huge thanks brother @kouba01 🙏