The Diary Game, July 16, 2026 | ..It's still good to have a hook, even with no fish!

...sebahagian dari kami mungkin tidak benar-benar menulis dan berharap untuk dibaca!, tapi beberapa orang di platform yang "tidak aku sebutkan namanya disini" membuatku termotivasi. Kreatifitas tangan mereka terasa mengalir dan enak untuk dibaca. Mungkin mereka tidak banyak berharap untuk yang lain kecuali kepuasan batin memanfaatkan ruang sunyi untuk menyimpan cerita dan mengenal diri sendiri.
Pagi yang cerah! Selesai mengantar putriku ke sekolah, aku meneruskan perjalanan ke tempat kerja. Kebetulan lokasi warung Pyramid Kuphi di jalan searah tujuanku menuju ke kantor. Ya, aku singgah disana untuk membeli minuman favoritku seharga Rp.15.000 dan menikmatinya bersama rekan kerja di kantor.
Terkadang benar! untuk menjadi pegawai teladan sangat mudah bagi karakter workaholic meskipun hal itu tidak untuk menambah penghasilan. Tapi itu lebih baik ketimbang bertahan dengan sikap kepedulian rendah terhadap pekerjaan. Aku hanya sedang berupaya merapikan gaya hidupku sebagai pekerja yang digaji dengan uang rakyat.
![]() | ![]() |
|---|---|
Beberapa waktu lalu, beban pekerjaan terus bertambah membuatku kesal! sekarang aku mulai menikmatinya setelah menyadari betapa banyak saudara-saudara kami di luar sana yang kesulitan mendapatkan pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
![]() | ![]() |
|---|---|
Pekerjaanku belum rampung, namun gelas berisi kopi hanya tinggal sisa setelah beberapa jam aku depan labtob. Aku juga harus menuju ke sekolah untuk menjemput putriku. Tidak ada kumpulan awan yang melindungi disaat aku dalam perjalanan menuju sekolah dasar yang berlokasi di kawasan Lancang Garam.
Aku tiba disana sekitar pukul 12.10 wib. Seharusnya Itu waktu yang tepat putriku keluar dari ruang belajarnya. Tapi setelah beberapa saat menunggu putriku belum juga terlihat di area tunggu depan gerbang sekolah. Lantas aku menuju meja piket seraya bertanya kepada salah seorang guru cantik disana. Belakangan aku dikabarkan bahwa putriku dan beberapa temannya sedang mendapat giliran piket untuk membersihkan ruang kelas mereka.

Sebelum kembali ke rumah putriku meminta dibelikan satu porsi nasi ayam geprek. Lantas aku memutar arah sepeda motor ke warung Ayam Geprek Sabena di Jl. Darussalam. Setelah menunggu beberapa menit aku mengeluarkan uang untuk membayar pesananku seharga Rp.13.000 atau setara dengan 18.5 Steem (saat konversi harga IDR - Steem).

Aku tidak tahu kapan kuliner ayam geprek mulai masuk ke provinsi Aceh, yang kutahu warung bernama Sabena Ayam Geprek atau Fried Chicken Lhokseumawe (lokasi sudah ada sejak tahun 2006. Dilifsh tetap rasa asli ayam goreng meskipun "geprek" sebuatan viral pada salah satu kuliner khas yang berasal dari Yogyakarta tersebut.
![]() | ![]() |
|---|---|
Saat tiba di rumah aku hanya mengisi waktu untuk makan siang dan ibadah shalat dhuhur sebelum kembali ke kantor. Rutinitasku di kantor seperti mata pancing, meskipun tidak mendapat ikan namun sering tersangkut dengan benda lain. Ya, progres pekerjaanku menyiapkan dokumen perencanaan pengadaan tanah "seharusnya" telah selesai, namun ada banyak dokumen pendukung lainnya masih harus diperbaiki untuk kesempurnaan sebuah dokumen perencanaan.
![]() | ![]() |
|---|---|
Aku bahkan tidak lagi terbebani karena saban hari selalu terlambat pulang ke rumah. Putriku pun tidak lagi menegur dan bertanya tentang jam pulang kerjaku yang telah lama berubah.
Tapi hari ini aku sedikit patuh dengan jam pulang kerja. Dorongan lelah, bosan dan rasa lapar memaksaku meninggalkan kantor lebih awal dari kebiasaan ku sebelumnya. Bukan ke rumah! Melainkan ke warung Cikgu untuk menikmati racikan mie goreng Aceh dan segelas kopi panas.

Sudah pasti aku membuka whatshAp untuk mengetahui pesan atau informasi apapun dari keluarga dan teman sebelum kemudian memulai mengetik kisah produktivitas harianku di platform Steemit.
Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant








https://x.com/i/status/2078497603881517412
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Huge thanks @oswaldocuarta 🙏