Maulid Nabi di desa kami

in STEEM LENS • 5 days ago

IMG20261025115909.jpg

div.png

Hagoe's Village: Oct, 25th 2026

Hari ini warga desa kami melakukan perayaan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) di Meunasah Desa setempat, dengan mengundang warga desa sekitar untuk menikmati sajian makanan (kenduri) serta membacakan zikir dan sholawat.

Nabi Muhammad SAW adalah sosok sentral dalam ajaran Islam, dimana beliau adalah utusan dari Allah SWT (Rasulullah) yang membawa ajaran Tauhid (agama Islam).

Sosok beliau selain sebagai pembawa Wahyu dari Allah SWT juga merupakan suri talaudan serta prototipe bagi seluruh umat Islam.

Hal ini yang menyebabkan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi suatu perkara yang cukup penting bagi umat Islam sampai saat sekarang ini.

Dan bagi kami masyarakat Aceh, hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW ini diperingati dengan cukup meriah selama rentang waktu selama empat bulan lamanya.
IMG20261025094900.jpg

Ngopi di Meunasah

Sesuai hasil musyawarah di desa, telah diputuskan bahwa kami akan mengadakan perayaan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) pada hari ini tanggal 25 Oktober.

Persiapannya sendiri sudah berlangsung setidaknya sejak kemarin, bahkan sudah ada yang bersiap-siap sejak jauh-jauh hari dengan memelihara ayam/bebek maupun menyimpan beras berkualitas yang akan digunakan saat perayaan Maulid Nabi.

Kami pun telah mulai memasak sejumlah menu makanan (kenduri) yang akan kami antarkan ke lokasi acara sejak tadi malam, termasuk membuat pulut ketan yang menjadi ciri khas perayaan Maulid Nabi di desa kami.

Pagi ini aku bangun di awal hari seperti biasanya untuk melaksanakan sholat subuh, dan kemudian aku sarapan pagi di rumah agar aku bisa pergi ke Meunasah Desa untuk mempersiapkan lokasi acara.

Di pagi hari kami mempersiapkan lokasi acara karena sebentar lagi para undangan sudah mulai hadir ke lokasi untuk membacakan zikir serta sholawat.

Dan untuk pagi ini aku minum kopi di Meunasah Desa saja karena tadi pagi tidak sempat minum kopi di rumah saat sarapan pagi.


IMG20261025094210.jpg

Kenduri sudah mulai diantar

Beberapa saat kemudian grup zikir serta para undangan sudah mulai tiba di Meunasah Desa kami yang merupakan lokasi pelaksanaan acara Maulid Nabi.

Begitu pun dengan warga desa yang sudah mulai mengantarkan kenduri (aneka menu makanan) mereka ke Meunasah Desa yang merupakan sajian terbaik mereka.

Aku pun segera kembali ke rumah untuk mengambil kenduri Maulid yang telah disiapkan oleh istriku untuk dibawa ke Meunasah Desa kami.


IMG20261025115838.jpg

Para tamu menikmati hidangan maulid

Seperti biasanya acara perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW disisi dengan pembacaan zikir serta sholawat dari para undangan yang merupakan warga desa tetangga dan juga grup zikir dari salahsatu Dayah yang ada di daerah kami.

Dan sebagai acara penutup adalah menikmati kenduri atau aneka menu makanan yang disajikan kepada para undangan berhadir di siang ini.

Sebagian dari makanan yang tidak bisa dihabiskan di lokasi acara maka kami menganjurkan untuk dibawa pulang oleh para tamu undangan tersebut.


IMG20261025122701.jpg

Membersihkan lantai

Hal ini karena kami menganut paradigma sedekah kepada orang yang telah membacakan zikir serta sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Jadi semua yang kami sajikan kepada tamu undangan adalah sebagai "sedekah kami", dengan harapan akan mendapatkan pahala yang setimpal dari Allah SWT.

Setelah semua para undangan meninggalkan lokasi acara, kami pun bergotongroyong untuk membersihkan Meunasah Desa kami dari sisa-sisa makanan serta sampah yang ada.


IMG20261025152038.jpg

Di teras rumah

Kemudian aku pulang ke rumah untuk beristirahat sekalian membawa pulang perlengkapan atau wadah tempat kami menaruh dan membawa kenduri tadi.

Di siang ini aku makan siang di rumah dan kemudian melaksanakan sholat Zuhur serta menyiapkan postingan ku sampai menjelang waktu sholat ashar.

Usai melaksanakan sholat ashar, aku bersantai sejenak di teras rumah sambil menikmati kopi serta cemilan yang telah disiapkan oleh istriku.


IMG20261025174504.jpg

Membeli Ikan asin

Beberapa saat kemudian aku dan istriku menuju kawasan Simpang Rangkaya karena kami akan membeli beberapa barang kebutuhan yang sudah habis stoknya di rumah.

Kami membeli sejumlah ikan asin di tempat langganan kami karena aku tidak bisa makan tanpa ikan asin...🤭

Sebagai orang desa, lidahku sudah terbiasa makan yang dilengkapi dengan sedikit ikan asin. Jadi bila makan tanpa ikan asin, maka akan terasa seperti ada sesuatu yang kurang.


IMG20261025174542.jpg

Suasana di Simpang Rangkaya

Setelah membeli sejumlah ikan asin dan juga beberapa barang lainnya, kami segera kembali ke rumah karena aku harus membereskan peliharaan-peliharaan dan tanaman-tanaman kami di sore ini.

Apalagi cuaca terlihat cukup mendung di sore ini dan kemungkinan akan segera turun hujan atau minimal akan turun hujan di malam nanti.

Mengacu pada informasi dari BMKG bahwa memang daerah kami memiliki potensi untuk turun hujan yang cukup lebat. Bahkan juga di kawasan sekitar yang dampaknya akan ikut terasa ke daerah kami.

Bibit siklon tropis 98B dan juga anomali cuaca yang berpotensi terjadinya hujan dan angin kencang yang menyebabkan banjir, harus menjadi perhatian kami di musim penghujan ini.


IMG20261025180536.jpg

Mesjid Baitul Maarif Teupin Jaloh

Kami singgah sebentar di rumah kakak yang berseberangan dengan Mesjid Baitul Maarif Teupin Jaloh untuk mengamankan mobil kami disana.

Melihat kondisi cuaca di sore ini aku memilih untuk tidak membawa pulang mobil kami ke rumah tetapi memarkirkannya di rumah kakak saja.

Rumah kakak berada dilokasi yang lebih tinggi sehingga bila hujan turun cukup deras sampai menyebabkan banjir, maka mobil kami sudah aman terparkir disana.

Pengalaman kejadian bencana ekologis di akhir tahun kemarin telah mengajarkan ku untuk berhati-hati serta waspada dan melakukan langkah antisipasi dan mitigasi terhadap potensi bencana banjir.


Setelah mengamankan mobil di rumah kakak, kami pun segera kembali ke rumah karena sebentar lagi akan terdengar suara azan magrib untuk wilayah kami.

Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!

Regards

@ alee75

Ciptakanlah keindahan di dalam hati Anda, dan keindahan di sekitar Anda akan mengikuti - Jalaluddin Rumi