The Diary Game [02/08/2026];Memetik Anggur dan Menikmati Hari Libur
Hari Minggu saya bisa lebih santai dan tidak perlu buru-buru karena tidak perlu masuk kerja, sekitar jam 08.00 pagi saya baru berolahraga dengan mengajak anak saya Zahra untuk ikut bersama saya bersepeda mengelilingi lorong-dorong di sekitar rumah menghirup udara segar dan sejuk, menikmati suasana alam khas pedesaan yang masih asri dan jauh dari kebisingan.
Kemudian setelah berolahraga sekitar 30 menit saya pulang ke rumah, kemudian kami sarapan pagi bersama anak-anak, setelah itu memanfaatkan waktu di hari libur saya membereskan beberapa pekerjaan rutin di rumah, kemudian ada sepupu dari istri saya yang datang ingin membeli anggur dan juga membeli bibit anggur, kebetulan anggur yang kami tanam di depan dan sampai rumah sudah bisa dipanen dan sudah hampir habis buahnya.
Kami bersyukur usaha penanaman anggur dan penjualan bibit anggur kami lumayan berhasil, banyak warga yang datang dan ada juga yang memesan bibit anggur dari berbagai daerah setelah melihat video kami di media sosial, namun sejujurnya semuanya itu adalah usaha dari istri saya, sedangkan Saya hanya men-support karena saya kekurangan waktu setiap hari harus masuk kerja ke kantor, Sedangkan istri saya tidak bekerja sehingga lebih fokus di rumah dengan merawat anggur.
Menjelang zuhur saya membawa anak saya nomor 3 Faqih ke tukang Pangkas yang ada di Simpang mulieng, biasanya setiap sebulan sekali saya memangkas rambut saya sendiri dan juga anak-anak agar terlihat rapi dan tidak gondrong, saya pribadi tidak suka dengan anak-anak yang rambutnya gondrong, biasanya anak-anak yang rambut gondrong malas belajar dan memiliki kepribadian yang kurang baik sekitar setengah jam di tempat tukang pangkas semuanya sudah selesai saya hanya perlu membayar biaya pangkas Rp10.000 atau sekitar 16 steem.
Siang hari setelah menunaikan salat zuhur saya menuju ke pesantren Al hilal Al aziziyah yang lokasinya sekitar 5 km dari rumah kami, di pesantren tersebut dua orang anak saya yaitu anak pertama dan anak kedua saat ini mondok, dan setiap hari Kami membawa bekal makanan biasanya siang hari saya mohon nasi untuk makan siang dan juga makan malam, sekalian menjenguk dan melihat langsung kondisi ke dua anak saya, apalagi keduanya baru mondok lebih kurang sebulan.
Setelah menjenguk anak-anak di pesantren Saya tidak langsung pulang ke rumah, tetapi saya langsung menuju ke warung kopi langganan saya itu pangkalan cafe di kawasan Simpang Rangkaya karena lokasinya sudah tidak terlalu jauh jadi saya langsung ke cafe tersebut, dan Sore harinya adalah salah asar Saya tidak lagi ngopi seperti biasanya, saya mencoba membatasi diri untuk hanya ngopi sekali dalam sehari agar kesehatan lambung saya tetap terjaga.
Setelah menunaikan salat asar Saya hanya di rumah, membersihkan pekarangan di belakang rumah dan juga memotong rerumputan yang tumbuh di belakang rumah, kemudian saya memetik anggur dan makan anggur bersama anak-anak, Menjelang magrib cuaca berubah mendung dan tidak lama kemudian hujan deras mengguyur terpaksa malam ini tidak ada kegiatan pengajian bersama anak-anak karena anak-anak tidak bisa datang akibat hujan yang juga belum reda sampai waktu sholat Maghrib, praktis malam harinya Saya hanya berada di rumah saja bersama keluarga karena tidak bisa keluar akibat hujan yang masih mengguyur sampai jam 22.00 malam Setelah itu kami langsung beristirahat.
Demikian Diary kegiatan harian saya, semoga bermanfaat untuk semuanya, terima kasih kepada sahabat semuanya yang berkenan membaca dan memberikan dukungan untuk saya dan khususnya kepada Admin dan Moderator Steem SEA
Best Regard,
@abialfatih












