Bang Suh Peepee, Nelayan Tuna Rungu yang Tak Menyerah: Dari Sampan ke Sepeda Tua demi Kardus Bekas

in Steem SEA • 4 days ago

1001267306.jpg

MEURAH DUA – Nama M. Yusuf Sulaiman mungkin tak banyak dikenal. Namun di sekitar Meureudu dan Meurah Dua, pria 66 tahun itu lebih akrab disapa Bang Suh Peepee. Penyandang tuna rungu yang juga bisu ini kini setiap hari mengayuh sepeda tuanya, memungut kardus bekas. Di belakang sepedanya, tumpukan kardus bekas—termasuk kardus air mineral kemasan dari tempat pesta—menjadi pemandangan yang akrab, siang maupun malam.

Padahal, puluhan tahun silam, hidup Bang Suh Peepee lekat dengan laut. Sejak muda, ia menghabiskan hari-hari di atas sampan kecil, seorang diri, menebar jaring. Ikan segar hasil tangkapannya biasa ia bawa pulang dan jual di Pasar Ikan Meureudu. Kala itu, meski memiliki keterbatasan sebagai penyandang tuna rungu, ia dikenal gigih mencari ikan.

Namun usia tak bisa dilawan. Beberapa tahun terakhir, pria kelahiran Mns. Jurong Teupin Pukat, 16 Februari 1960, itu tidak lagi melaut. Keterbatasan fisik dan usia membuatnya beralih ke pekerjaan memulung. Dengan sepeda tuanya, ia berkeliling mencari kardus bekas yang dibuang orang atau membantu di lokasi pesta. Hasilnya dipakai untuk kebutuhan pribadi: makan, ngopi, dan rokok yang selalu terselip di bibirnya.

Bang Suh Peepee tinggal di Gampong Mns. Jurong Teupin Pukat, Kecamatan Meurah Dua. Hingga kini ia belum kawin dan hidup pas-pasan. Karena itu, ia dinilai membutuhkan uluran tangan Dinas Sosial atau pemerintah dalam bentuk apa pun agar kehidupannya bisa berubah. Selama ini, ia bertahan dengan memulung, berkeliling sepanjang hari dan malam untuk mengais rezeki.

Di balik kegigihannya, ada luka lama yang pernah ia alami. Saat masih melaut, Bang Suh Peepee pernah dirampok. Uang di dompetnya—yang menurut catatan pewarta tak pernah disimpan di bank maupun di rumah—habis diambil perampok. Ia bahkan diikat dan lehernya dicekik.

Meski begitu, semangat Bang Suh Peepee tak padam. Di usia senja, ia tetap gigih mengayuh sepeda tua, memungut kardus bekas, dan menyambung hidup dengan cara yang halal. Kini, ia hanya berharap ada perhatian dari pihak-pihak yang mampu agar hidupnya tidak terus berjalan di jalan yang sama.

Di usia 66 tahun, M. Yusuf Sulaiman tetap mengais rezeki sebagai pemulung; pernah dirampok saat melaut, kini berharap uluran tangan pemerintah.

Pewarta: CM Cek Mad

1001267309.jpg

1001267308.jpg

1001267307.jpg

1001267314.jpg

1001268008.jpg
Bang Suh Peepee akrab dan selalu berkomunikasi dengan penulis (CM)