Hidup Hanya Sementara, Tidak Ada Harta Yang Dibawa Mati
Mengapa dikatakan bahwa berhemat terlalu berlebihan itu, yang disisihkan seringkali bukanlah uang, bahkan mungkin saja nyawa. Dalam kehidupan selalu ada orang seperti ini, padahal keuangannya cukup, tapi hidupnya dijalani dengan sangat pelit. Sayur sisa yang sudah tiga hari di kulkas sayang untuk dibuang, dan baru mau berhenti setelah dimakan sampai perutnya sakit. Pakaian di lemari yang sudah lama usang dan pudar warnanya, tapi masih saja dipakai dari tahun ke tahun.

Ini kelihatannya berhemat, tapi sekali salah makan hingga sakit perut, biaya berobatnya malah puluhan kali lipat lebih mahal dari harga sayur itu. Ini kelihatannya ngirit, tapi membuat diri sendiri seumur hidup tidak pernah merasakan hal-hal yang bagus. Namun uang yang dihemat ini, seringkali pada akhirnya berubah menjadi tagihan rumah sakit, uang sumbangan untuk acara sosial, atau diam-diam mengalir ke kantong para sales (penjual). Teman-teman, ini bukanlah sebuah kecerdikan, melainkan sebuah kebodohan, ini adalah salah menilai priotitas dalam hidup. Makanya saya ingin bilang, aat kamu tiba-tiba mendambakan sesuatu, atau sangat ingin makan sesuatu, selama masih dalam batas kemampuan finansial, tidak ada salahnya memuaskan diri sendiri. Pepatah lama mengatakan dengan baik, "orang yang beruntung menggunakan uang untuk menolak bala, orang yang tidak beruntung menggunakan kesehatan untuk membayar utang". Di dunia ini tidak ada keinginan yang muncul tanpa sebab, juga tidak ada perubahan nasib baik dan buruk yang tanpa pertanda. Hidup manusia ini mencari uang dan menghabiskan uang ada keseimbangannya sendiri. Uang yang enggan kamu habiskan untuk dirimu sendiri pada akhirnya akan hilang ditempat lain. Nikmat yang sayang untuk kamu rasakan, selalu ada orang lain yang akan menikmatinya untukmu. Terakhir, saya ingin bilang hidup ini hanya beberapa puluh tahun, tidak ada yang bisa dibawa mati. Kalau waktunya makan ya makan, waktunya beli baju ya beli, waktunya mencari pengalaman ya carilah pengalaman. Bersedia berinvestsi untuk memperkaya pengalaman hidup, barulah ini kebijaksanaan sejati, dan juga merupakan proses pendewasaan diri terpenting dalam hidup kita.
Salam kompak selalu.
By @midiagam

I love how the author used the example of someone being too frugal with their life, ultimately spending more on healthcare due to neglecting their well-being. This is a powerful reminder of the importance of balancing finances and self-care 📚💸