Lima Kalimat Berikut Akan Mengubah Hidup Anda, Coba Terapkan

in Steem SEA20 days ago

1785759782503.jpg


Cara terbaik untuk merawat dan menghargai diri sendiri adalah dengan memelihara mulut yang mulia. Setelah memahami lima kalimat ini, anda akan sadar bahwa sedikit bicara adalah sebuah berkah.

Mampu diam adalah latihan spiritual seumur hidup. Kalimat pertama, jika anda menyadari bahwa sifat atau niat seseorang tidak baik, jangan lagi berbicara dengannya, jangan katakan satu kata pun. Tetap waspada, namun jangan ikut campur, serahkan semuanya pada hukum sebab akibat. Karena setinggi apapun kedewasaan atau pencapaian spiritual anda, selalu ada orang yang tidak bisa anda selamatkan.



1785759815259.jpg

Hujan dari langit tidak akan menyuburkan rumput yang tak berakar, dan ajaran kebaikan tidak bisa menolong orang yang memang menolak untuk mengerti. Orang seperti itu hanya akan menurunkan energi dan menguras tenaga anda. Menjauhlah sedini mungkin, tidak berkata-kata adalah pilihan yang terbaik.

Kalimat kedua, anda harus percaya, jika anda memang hebat, orang lain pasti bisa melihatnya. Tidak perlu membuktikannya dengan mengoceh tanpa henti, atau pamer dengan omong kosong. Suka pamer, selain menciptakan musuh, mengundang masalah, dan membuat orang benci, sehingga anda jadi sasaran kebencian, sama sekali tidak ada gunanya. Sedikit bicara adalah tanda kedewasaan seseorang setelah melewati kerasnya hidup di masyarakat. Semakin hebat seseorang, ia akan semakin diam dan rendah hati.



1785759749254.jpg

Kalimat ke tiga, menceritakan rahasia pribadi pada orang yang baru dikenal adalah pantangan besar dalam bergaul. Saat hubungan belum terlalu dekat, anda harus tau batasan dalam berbicara, berpikirlah dengan baik, dan berhati-hatilah. Saat anda sedang emosi dan ingin mengungkapkan isi hati, mengeluhkan orang lain, atau mencurahkan segalanya, ingatlah untuk segera menutup mulut. Bicaralah sesuai dengan tingkat kedekatan anda. Jaga lisan di depan orang lain, dan pikiran, hati dibelakang mereka.

Kalimat ke empat, menilai orang itu menggunakan hati, bukan sekedar mata. Tau kebenarannya, tapi tidak mengucapkannya adalah bentuk budi pekerti tertinggi seseorang. Jika sudah memahami suatu hal dengan jelas, tidak perlu dibongkar. Mengetahui sesuatu, tapi tidak mengumbarnya, cukup simpan di dalam hati. Jika sudah mengerti karakter seseorang, tidak perlu perlu meributkannya. Paham tentang seseorang tapi tidak menceritakan semuanya, siapa yang tulus dan siapa yang palsu, cukup di sadari sendiri, tidak perlu diucapkan, hingga membuat orang lain malu. Tau masalah, tapi tidak membicarakan masalah, tau karakter orang, tapi tidak menghakimi, tau mana yang benar, tapi tidak mendebatkannya. Tersenyum tanpa berkata-kata adalah bentuk kelapangan dada, merasa sakit namun tidak mengeluh adalah sebuah tempaan hidup. Waktu mengubah segalanya, dan segalanya mengubah kita. Hal-hal yang dulu tidak anda sukai dan tidak sanggup anda tahan, seiring berjalannya waktu hanya akan menjadi sesuatu yang bisa anda tertawakan. Kedewasaan bukanlah bersikap sinis melihat segalanya, melainkan mampu merelakan dan tidak terlalu memusingkannya.

Kalimat ke lima, sering mengucapkan kata-kata kasar tidak hanya menyakiti orang lain, tetapi tanpa disadari juga menumpuk karma buruk. Membuang-buang berkah sendiri, mulut yang kejam pasti akan menghancurkan ribuan berkah. Tidak peduli apakah anda berhati yang baik atau tidak, asalkan anda punya mulut setajam pisau, itu adalah pedang yang melukai orang lain, sekaligus merugikan diri sendiri.

Pepatah mengatakan, "Penyakit masuk dari mulut, dan bencana keluar dari mulut".

Cara seseorang berbicara menentukan berkah seumur hidupnya. Gunakan ucapan untuk menumpuk kebaikan demi meraih berkah.

**Terakhir, saya berikan sembilan pantangan berdebat ini untuk anda, "Dengan orang tua, jangan beradu mulut. Dengan pasangan, jangan meributkan siapa benar siapa salah. Dengan orang yang berjasa, jangan memperdebatkan ketenaran atau uang. Dengan orang picik, jangan mendebatkan logika. Dengan teman, jangan meributkan gengsi. Dengan kerabat, jangan memperdebatkan miskin atau kaya. Dengan lansia, jangan berdebat untuk menang atau kalah. Dengan atasan, jangan memperdebatkan kedudukan. Dengan diri sendiri, jangan meributkan untung dan rugi. **

Sembilan aturan emas tentang menjaga ucapan ini, jika bisa anda jalankan semuanya pasti akan bermanfa'at seumur hidup.

Salam kompak selalu.

By @midiagam