Abdi negara

in Story On Steem6 hours ago (edited)

IMG20260916164702.jpg

div.png

Hagoe's Village: Sept, 16th 2026

Hari ini aku melakukan rutinitas ku sebagai Abdi Negara atau Aparatur Sipil Negara yang bertanggungjawab dalam aspek peternakan dan kesehatan hewan di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Apapun profesi kita apabila dijalani dengan penuh tanggungjawab dan juga dengan senang hati maka Insya Allah akan mendatangkan keberkahan dan kebahagiaan bagi kita.

Selama profesi ini adalah pekerjaan yang baik dan halal maka Tuhan telah menjanjikan balasan yang setimpal, apalagi jika pekerjaan tersebut memberikan kemanfaatan bagi orang banyak.

IMG20260916065644.jpg

Sarapan pagi

Dan biasanya takdir akan menuntun kita kepada sebuah profesi yang akan dijalani. Minimal itulah yang aku alami, dimana sebelumnya aku tidak pernah bercita-cita untuk menjadi seorang dokter hewan.

Aku yang berasal dari keluarga seorang guru (ayah kami adalah seorang pensiunan kepala sekolah), awalnya bercita-cita untuk menjadi guru. Walaupun kemudian aku ingin menjadi dokter (manusia).

Dilalah, saat aku mengikuti tes masuk perguruan tinggi dan mendaftar, ternyata aku diterima di Fakultas Kedokteran Hewan. Dan kemudian jadilah aku seorang dokter hewan yang bekerja di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sampai dengan saat ini.

Aku diterima sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Peternakan Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2001 setelah sempat mengabdi sebagai tenaga honorer selama satu tahun.

Dan aku telah menduduki sejumlah posisi serta jabatan di Dinas ini, termasuk jabatan eselon III atau Kepala Bidang sebelum aku beralih ke jabatan fungsional Medik Veteriner Madya pada tahun 2021 lalu.

Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara tentunya aku akan melaksanakan tugas ku di hari ini, dimana aku sudah bangun sejak awal pagi untuk melaksanakan sholat subuh dan kemudian segera menyiapkan sarapan pagi ku.

Sarapan pagi yang sederhana saja, dimana aku membuatkan kopi dengan menggunakan French press, dan juga merebus telur ayam sebagai sumber protein.

Pagi ini aku juga menggoreng sejumlah tempe untuk tambahannya dan juga untuk si kecil Alvira, anak bungsu kami.


IMG20260916075445.jpg

Kantor Laboratorium veteriner

Setelah selesai menyiapkan sarapan pagi, aku pun mengeluarkan peliharaan-peliharaan kami ke teras rumah, dimana si Anas kucing kami aku tempatkan di kandang yang ada di teras, dan sangkar burung perkutut aku tempatkan di tempat gantungannya di dekat kolam ikan.

Selanjutnya aku mulai bersiap-siap untuk berangkat ke kantor Puskeswan untuk melaksanakan tugas sebagai stakeholder peternakan dan kesehatan hewan.

Aku berangkat ke kantor Puskeswan bersama dengan adikku yang juga bertugas sebagai stakeholder peternakan dan kesehatan hewan di dinas kami, dengan menggunakan motor saja.

Dan sekitar 20 menit kemudian kami telah tiba di kantor Puskeswan yang berada satu kompleks dengan bangunan Laboratorium Veteriner Kabupaten Aceh Utara.


IMG20260916075746.jpg

Stok vaksin

Aku segera memarkirkan motor di tempat parkir, lalu masuk ke ruang kerjaku untuk meletakkan semua barang bawaan ku seperti tas, air minum dan juga makanan yang sempat kami beli tadi saat perjalanan ke kantor.

Pagi ini aku mengecek stok Vaksin yang ada di dalam lemari refrigerator, karena nantinya vaksin-vaksin ini akan kami gunakan saat melakukan kegiatan vaksinasi di lapangan.

Vaksinasi adalah salahsatu kegiatan rutin kami sebagai stakeholder peternakan dan kesehatan hewan di wilayah kerja kami, dimana kegiatan ini dilakukan secara periodik dan mengikuti sertakan semua petugas kesehatan hewan di wilayah kerja kami.


IMG20260916093509.jpg

Rapat dengan para staf

Beberapa saat kemudian aku mengadakan rapat kecil bersama para staf untuk memberikan briefing serta arahan kepada mereka tentang pelaksanaan tugas sebagai stakeholder peternakan dan kesehatan hewan.

Mereka adalah ujung tombak pelaksanaan tugas kami di lapangan, dimana mereka sehari-harinya berkeliling dari satu desa ke desa yang lain untuk memberikan layanan kesehatan hewan kepada para peternak.

Setelah mengikuti rapat dan briefing ini kemudian mereka pun berpencar untuk mengunjungi para peternak di desa-desa dalam wilayah kerja kami.

Begitulah keseharian kami sebagai Abdi Negara atau Apartur Sipil Negara yang memberikan layanan kesehatan hewan kepada peternak yang ada di Kecamatan tempat kami bertugas.

Terkadang kami harus berjibaku dengan resiko kerja yang cukup tinggi, terutama saat menghadapi wabah penyakit atau penyakit zoonosis yang bisa mengancam jiwa kami.

Tetapi itulah resiko kerja atas profesi yang kami pilih, walaupun terkadang imbalannya tidak sepadan dengan resiko.

Berbeda dengan di negara-negara maju, profesi kami tidak menjanjikan penghasilan yang signifikan untuk hidup kami.

Tetapi kami tetap melaksanakan profesi ini dengan sebaik-baiknya karena kami menyadari bahwa fungsi kita sebagai manusia tidak hanya untuk kepentingan kita pribadi, tetapi juga harus memberikan kemanfaatan bagi orang banyak.


IMG20260916091546.jpg

Di ruang kerja

Aku sendiri lebih banyak berada di kantor pada hari ini, dimana tugasku adalah mengkoordinir kegiatan dan pelaksanaan tugas para staf yang menjadi tanggung jawab ku.

Aku hanya ikut turun ke lapangan pada waktu-waktu tertentu saja sesuai kebutuhan. Selebihnya aku lebih banyak mengurusi administrasi perkantoran sesuai dengan posisi ku saat ini.

Selama berada di kantor, aku pun bisa menyiapkan postinganku seperti biasanya sebelum pulang kantor menjelang tengah hari.

Saat aku merasa lapar aku pun bisa "mengisi perut ku" dengan nasi gurih porsi kecil, yang kami beli tadi pagi.


IMG20260916122405.jpg

Di warung kopi

Sekitar pukul 12 siang kami pun beranjak dari kantor karena aku harus menjemput si kecil Alvira (anak bungsu kami) pulang sekolah. Aku juga akan melaksanakan sholat Zuhur serta makan siang bersama keluargaku di rumah.

Aku sempat menunggu si kecil Alvira keluar dari pintu gerbang sekolahnya, di sebuah warung kopi yang ada di depan sekolahnya si kecil.

Aku memesan segelas kopi dan mengobrol dengan beberapa orang warga desa yang sedang berada di warung kopi tersebut.

Beberapa saat kemudian, kami pun pulang ke rumah agar aku bisa melaksanakan sholat Zuhur dan makan siang bersama dengan keluargaku.


IMG20260916164932.jpg

Pulang dari Puskeswan

Aku hanya istrahat saja di rumah setelah selesai makan siang dan sholat Zuhur. Beberapa saat kemudian turun pula hujan yang cukup deras di wilayah kami.

Hujan ini berlangsung sampai menjelang waktu sholat ashar, dimana kemudian aku akan ke kantor Puskeswan Matangkuli untuk melengkapi presensi sore ku.

Aku pergi ke Puskeswan Matangkuli untuk melengkapi presensi sore dengan menggunakan mobil saja, karena aku akan mengisi Pertamax mobil kami yang sudah agak berkurang.

Saat ini sering terjadi hujan yang cukup deras di wilayah kami karena sudah memasuki musim penghujan. Dan biasanya akan berpotensi terjadinya banjir seperti yang sudah-sudah sehingga aku harus mengantisipasi hal ini.

Aku harus memastikan Pertamax mobil kami aman agar nantinya jika banjir terjadi dan bahan bakar minyak (Pertamax) menjadi langka maka aku tetap bisa beraktivitas dan bisa menggunakan mobil kami.


IMG20260916171618.jpg

Indomie tumis

Si kecil Alvira pun ikut bersama ku ke kantor Puskeswan dan juga ke pertashop, karena ia ingin membeli jajanan di sore ini.

Kemudian dia tidak jadi membeli jajanan dan lebih memilih untuk membeli beberapa bungkus mie instan yang nantinya akan kami masak untuk cemilan kami.

Istriku segera memasak Mie tumis dengan menggunakan mie instan yang kami bawa pulang ini. Jadilah cemilan kami di sore ini adalah Indomie tumis.


IMG20260916173453.jpg

Rebung bambu

Di sore ini seperti biasanya aku akan membereskan tanaman-tanaman ku, terutama tanaman yang ada di teras dan tidak terpapar oleh air hujan secara langsung.

Aku juga memberi makan ikan-ikan, baik yang ada di mini pond maupun yang ada di kolam samping rumah kami. Dan sore ini aku kembali memetik sejumlah rebung bambu yang ada di pojok halaman rumah kami.

Rebung bambu ini nantinya bisa diolah sebagai salahsatu menu makanan kami. Dan setelah mengirisnya tipis-tipis, aku pun menyerahkan rebung ini kepada istriku.

Selanjutnya aku akan membawa masuk peliharaan kami, dimana burung perkutut akan aku tempatkan di gudang belakang rumah kami, dan si Anas kucing kami kubiarkan berada di dalam rumah pada malam hari.


Sekian postinganku kali ini. Ini adalah rutinitas ku sebagai seorang Aparatur Sipil Negara atau Abdi Negara yang bekerja di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Stay Healthy and Fun, Ciao...!

Regards

@ alee75

Ciptakanlah keindahan di dalam hati Anda, dan keindahan di sekitar Anda akan mengikuti - Jalaluddin Rumi