Kembali dari Banda Aceh
Kembali dari Banda Aceh

Hagoe's Village: Sept, 25th 2026
Sebuah kegembiraan yang sangat luar biasa dalam keluarga besar kami, terkhusus dalam keluarga besar pihak istriku, dimana seorang ponakan kami (@alipp26) yang merupakan anak yatim telah dinyatakan lulus seleksi calon anggota TNI AD pada kemarin siang.
Dan sejak kemarin siang para calon siswa yang lulus tersebut sudah diberikan kesempatan untuk bertemu dengan keluarga mereka sampai jam 16.00 wib.
Kesempatan untuk berkunjung bagi keluarga atau jam kunjung kembali diberikan pada hari ini dari pukul 09.00 wib sampai dengan pukul 11.00 WIB. Sehingga kami akan menuju lokasi Rindam Iskandar Muda di Mata Ie pada hari ini.

Sarapan pagiTadi malam aku kembali tidur di rumah kost nya si Abang, anak laki-laki kami yang sedang menempuh pendidikan sarjananya di Kota Banda Aceh.
Dan pagi ini aku bangun seperti biasanya untuk melaksanakan sholat subuh diawal hari dan kemudian akan bersiap-siap untuk melakukan kunjungan ke lokasi Rindam Iskandar Muda bersama dengan anggota keluarga yang lain.
Aku harus menjemput mertuaku dan juga adik ipar yang menginap di Hotel Rasamala agar bisa menuju Rindam Iskandar Muda. Dalam perjalanan ke hotel aku singgah di sebuah warung kopi di kawasan Ulee Kareng untuk sarapan pagi terlebih dahulu bersama dengan si Abang.
Di Hotel RasamalaSetelah selesai sarapan pagi dan menikmati secangkir kopi Ulee Kareng yang cukup terkenal aku segera menuju Hotel Rasamala yang terletak di kawasan Seutui untuk menjemput mertuaku dan adik ipar.
Pagi ini mereka akan checkout dari hotel ini karena rencananya kami akan kembali ke Kota Lhokseumawe pada siang atau sore nanti setelah mengunjungi ponakan di Rindam Iskandar Muda Mata Ie.
Di Rindam Iskandar MudaSelesai melakukan checkout di hotel, kami segera menuju markas Rindam Iskandar Muda di kawasan Mata Ie untuk menjenguk ponakan karena ini merupakan kesempatan terakhir untuk berkunjung.
Setelahnya para calon siswa ini akan mengikuti pendidikan militer di markas Rindam Iskandar Muda ini selama dua bulan. Dan selama masa pendidikan tesebut, para siswa tidak dibenarkan untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka.
Oleh karenanya kesempatan berkunjung terakhir ini akan dimanfaatkan dengan baik oleh para keluarga Calon Siswa termasuk keluarga besar kami.
Berfoto dengan ponakanKami pun menemui ponakan kami ini didekat lapangan upacara, dimana panitia telah memberikan pengumuman bahwa kesempatan bertemu dengan para calon siswa hanya akan diberikan sampai pukul 11.00 wib.
Beberapa barang keperluan untuk ponakan selama masa pendidikan yang tidak disediakan oleh pihak Rindam Iskandar Muda sudah kami beli tadi saat berangkat.
Dan selama berada di lokasi ini kami memberikan beberapa nasehat untuk ponakan agar nantinya dia bisa lulus pendidikan militer ini dan nantinya dinyatakan sah sebagai anggota TNI AD.
Tidak lupa kami melakukan foto-foto sebagai dokumen dan kenang-kenangan bagi kami sekeluarga.
Meninggalkan Rindam Iskandar MudaTepat pukul 11.00 wib panitia memberikan pengumuman bahwa jam berkunjung akan segera habis, dan semua keluarga para calon siswa diharapkan segera meninggalkan lokasi.
Semua anggota keluarga Calon Siswa termasuk kami pun segera beranjak dari lapangan dan menuju parkiran untuk mengambil kendaraan kami dan meninggalkan Rindam Iskandar Muda.
Di rumah teman adik iparRencananya kami akan kembali ke Kota Lhokseumawe pada hari ini. Tetapi kami akan singgah sebentar di rumah temannya adik ipar sebelum kembali ke Lhokseumawe.
Kebetulan hari ini adalah hari Jum'at dan aku akan melaksanakan sholat Jum'at di mesjid yang ada di dekat rumah temannya adik ipar.
Usai melaksanakan sholat Jum'at di mesjid aku segera kembali ke rumah temannya adik ipar. Dan beberapa saat kemudian, kami pun pamit untuk kembali ke Lhokseumawe.
Di Plaza AcehDalam perjalanan kami sempat singgah di Plaza Aceh yang terletak di kawasan Beurawe karena adik ipar ingin berbelanja disana.
Begitu pula dengan ponakan-ponakan yang ingin membeli jajanan di plaza Aceh ini yang merupakan sebuah supermarket yang cukup terkenal dan bergengsi di Kota Banda Aceh.
Ngopi di KubraAku tidak ikut serta masuk kedalam Plaza Aceh karena aku tidak ada kepentingan disana. Dan karena aku belum minum kopi maka aku lebih memilih untuk ngopi sebentar.
Tidak jauh dari lokasi Plaza Aceh itu ada sebuah warung kopi tradisional yang cukup terkenal di kota ini yaitu Warung kopi Kubra sehingga aku akan minum kopi di warung kopi ini saja.
Warung kopi ini termasuk warung kopi legend dimana nama Kubra merupakan singkatan dari Kupi Beurawe yang cukup terkenal sejak puluhan tahun yang lalu.
Toko Cek SamSelesai minum kopi di warung kopi kubra ini aku kembali ke Plaza Aceh untuk menjemput mertuaku dan adik ipar, kemudian kami segera meninggalkan Kota Banda Aceh untuk kembali ke Kota Lhokseumawe.
Kami memilih jalur dan melewati jalan tol Sibanceh (Sigli-Banda Aceh) dimana pintu keluar tol ini menuju kawasan Padang Tiji, dimana kemudian kami singgah di sebuah gerai kuliner untuk membeli oleh-oleh.
Gerai kuliner dengan nama Cek Sam ini merupakan gerai yang cukup terkenal dimana sebelumnya gerai ini beralamat di Saree. Tetapi setelah jalur tol Sibanceh beroperasi maka alamatnya berpindah ke Padang Tiji.
Makan malamSetelah selesai membeli oleh-oleh di gerai Cek Sam ini kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke Kota Lhokseumawe. Dan ketika tiba di kawasan Meureudu kami singgah di sebuah SPBU untuk melaksanakan sholat magrib.
Kami juga makan malam dilokasi ini karena disini juga terdapat warung makan. Dan kemudian kami segera melanjutkan perjalanan pulang.
Malam ini aku langsung diantarkan ke rumah kami di Matangkuli oleh adik ipar dan setelah mengantarkan kami, adik ipar segera kembali ke rumahnya di Kompleks Kodim Lhokseumawe.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!











Hola, amigo.
Qué bonito que hayas podido compartir un momento tan grato con tu sobrino, además de brindarle algunos consejos. Y disfrutaste de un buen café, que nunca está de más.
Gracias por compartir. #s34engagement
Salam, teman....
Sebagai seorang paman, saya tentu sering memberi nasehat kepada ponakan yang notabenenya adalah seorang anak yatim.
Jika kami tidak memberinya nasehat, lalu siapa lagi yang akan melakukannya.
Kami tentu ingin melihat ponakan kami menjadi orang yang sukses. Dan untuk itu kami akan mensupport nya serta memberikan nasehat terbaik untuknya.