KENANGAN KARNAVAL 2026
Bulan Agustus di tahun 2026 ini telah berlalu sekitar tiga bulan . Ternyata waktu cepat sekali berlalu. Seperti kita ketahui saat ini kita telah berada di penghujung bulan Oktober 2026. Salah satu kenangan yang masih tersimpan di dalam hati saya di bulan Agustus yang lalu adalah kenangan ketika diadakannya karnaval kota Lhokseumawe dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Negara Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus.
Di pagi hari saya sudah berada di halaman mesjid Kebanggaan kota Lhokseumawe yaitu mesjid Islamik center. Kebetulan saya berdomisili di kelurahan Simpang empat Lhokseumawe sehingga saya bisa berjalan kaki saja dari rumah dikarenakan jarak mesjid Islamik dengan rumah saya sangat dekat. Para guru SMA Negeri 6 Lhokseumawe berkumpul di atas lapak kami yang berada di halaman sebelah timur mesjid. Lapak kami bersebelahan dengan lapak SMA Negeri 2 Lhokseumawe. Di atas rumput telah dibentangkan sehelai tikar plastik warna biru yang memenuhi dan menutup rumput kecil yang tumbuh di halaman mesjid.
Saya tiba di lapangan sekitar jam 7 pagi. Saat itu suasana masih belum terlalu ramai. Tempat pemberangkatan peserta berada di lapangan Hirak Lhokseumawe yang bersebelahan dengan area Islamic centre. Sedangkan tempat lapak bagi sekolah-sekolah yang mengikuti karnaval berada di halaman area mesjid Islamik center. Semua guru di sekolah kami memiliki tugas masing-masing sesuai dengan tugas yang telah di-SK kan oleh kepala sekolah. Saya sendiri pada hari itu bertugas pada seksi kesehatan yang akan mengurusi siswa yang sakit nantinya.
Hari itu tidak lupa saya berfoto Selfi dengan salah seorang rekan kerja saya ketika kami sedang duduk di atas tikar plastik sambil menunggu para siswa berdatangan. Semakin matahari naik suasana semakin riuh dengan suara dari para pengunjung yang kian ramai. Tak kalah suara dari pedagang makanan dadakan yang mulai menawarkan barang dagangannya berupa makanan dan minuman untuk para pengunjung. Cuaca yang semakin terik akan membuat setiap orang kegerahan dan tentu saja minuman dingin atau es krim yang diburu oleh para masyarakat pengunjung.
Di sela sela kesibukan setiap orang saya bangkit dari atas hamparan tikar plastik untuk melihat para siswa saya yang sudah mengenakan Kustom tradisional. Salah satunya adalah seorang siswa perempuan yang mengenakan pakaian adat Melayu. Pakaian Melayu adalah salah satu dari ratusan pakaian atau busana tradisional yang ada di wilayah Indonesia. Sang cewek mengenakan pakaian Melayu berwarna merah manggis. Di atas kepalanya terlihat ada mahkota dari tembaga yang disebut sunting dengan warna gradasi putih dan kuning keemasan.
Yang ini adalah kenangan ketika saya berfoto dengan salah seorang siswi yang memakai pakaian tradisional Aceh. Warna pakaian didominasi oleh warna dasar hitam dan kuning. Terlihat juga sangat serasi . Ada banyak hiasan di atas kepala si siswi yang berupa mahkota dan pada bajunya jua banyak terdapat hiasan bordir dan Payet .
Selanjutnya saya juga sangat tertarik untuk berfoto dengan sekumpulan gadis remaja yang mengenakan kostum domba Shaun the sheep. Mereka terlihat sangat kreatif . Kulit domba dibuat dari kapas putih yang ditempelkan pada kostum mereka. Menurut pengakuan mereka , mereka mengerjakan sendiri kostum tersebut.
Yang ini adalah siswi yang mengenakan busana dari Arab . Di negara Arab Saudi umumnya para wanita mengenakan busana berwarna hitam yang bisa menyamarkan bentuk tubuh dan kecantikan mereka. Terlihat juga si cewek mengenakan cadar di wajahnya yang
terbuat dari aksesoris keemasan .
Itulah sekelumit tulisan saya tentang kenangan saat karnaval Akbar si bukan Agustus yang lalu. Semoga pada karnaval tahun depan saya masih diberi umur panjang untuk mengikuti dan menyaksikan kembali. Salam.





