Ngopi bareng di markas (Selasa, 3 November 2026)
Hai Steemian
Selasa pagi aku sempat ngopi bareng dulu bersama tim MIN 4 di markas sebelum berangkat ke MTsN 1 menghadiri undangan pelantikan komite dan Maulid. Aku berangkat ke sekolah pagi ini menggunakan angkutan umum L300 dari rumah. Kemudian melanjutkan perjalanan naik becak ke sekolah. Butuh waktu hampir satu jam dari rumah ke sekolah.
Menjelang pukul 10:00 AM aku nebeng dengan Kepala MAN untuk menghadiri undangan Maulid sekaligus pelantikan komite MTsN 1 Kota Lhokseumawe. Lewat pukul 11:00 AM tamu undangan baru ramai hadir untuk menyicipi kenduri Maulid.
Sebelum tengah hari aku sudah tiba kembali di sekolah. Setelah melanjutkan aktivitas hingga menjelang sore akhirnya akupun otw pulang menggunakan motor yang kutitipkan di sekolah. Kedua mobilku sedang di bengkel, satunya turun mesin di bengkel indrapuri Banda Aceh, satu lagi sedang servis matic di bengkel Krukuh. Alhamdulilah gak hujan saat pagi ke sekolah.
Sore harinya akun sudah tiba di rumah. Segera menyiapkan Al-Qarni untuk pergi mengaji. Setelah memandikan dan memakaikan pakaiannya ia gak mau pakai peci hari ini. Ia minta dipakaikan minyak rambut dan menyisir rambut dengan bergaya. Aku menyetujuinya aja yang penting ia mau pergi mengaji saja.
Setelah Al-Qarni berangkat mengaji, aku segera menunaikan kewajiban empat rakaat Ashar dan lanjut menyibukkan diri dengan rutinitas sore di rumah. Semua sudah kelar kulakukan sebelum Al-Qarni pulang mengaji.
Sepulangnya mengaji ia masih sempat bermain sepeda sebentar dengan temannya sebelum ku mandikan dan menyuapinya makan. Tepat saat adzan maghrib berkumandang aku juga mandi dan bersiap untuk menunaikan kewajiban tiga rakaat Maghrib. Ba'da isya iapun sudah mulai mengambil waktu istirahat. Aku masih terus berjaga hingga lewat tengah malam sambil menemani si Abang. Akhirnya aku dan si Abang sudah mengambil waktu istirahat malam ini saat jam sudah lewat tengah malam.





Shared x.com
Qué lindo detalle el de Al-Qarni pidiendo minyak en el pelo pero rechazando el peci, ahí se nota quién manda en casa. El dato concreto: dos autos en el taller al mismo tiempo, uno bajando motor en Banda Aceh y el otro en Krukuh, eso sí que duele al bolsillo. Traducido a guaraníes, ni me animo a hacer la cuenta.
Lo que más me hizo gracia fue lo del peci, ¡Al-Qarni prefiere el estilo con minyak rambut antes que la formalidad! Con dos movilidades en el taller, entre el desarme de motor y el servicio matic, igual te movés en L300 y becak como un mochilero de ciudad. ¿Y ese manggo lo cosechaste vos o el nene ayudó?
Qué lindo ver la foto de Al-Qarni sin peci, ya tiene su estilo propio el pequeño. Y lo de las dos motos en el taller, una en Indrapuri y otra en Krukuh, menuda logística la tuya ese día. Ese mangó de la última foto se ve increíble.