The Diary Game, August 7, 2026 | Exhaustion hits when it’s over.

Hᴇʟʟᴏ ꜱᴇᴍᴜᴀɴʏᴀ..
𝗞alimat "mohon masukan dan saran" yang sering kita temukan di akhir narasi suatu dokumen hanyalah formalitas atau hanya sekedar mengikuti budaya. Pada kenyataannya tidak semua orang membutuhkan pendapat, menyukai kritikan bahkan saran dari siapapun.
Saat semua orang disibukkan dengan pekerjaan ada prilaku yang mungkin tidak terkontrol, termasuk dalam hal memberi pendapat atau masukan, namun kemudian dianggap "melangkahi" atau "know it all" meskipun tindakan tersebut sesuatu yang objektif. Sehingga aku berpikir bahwa batasan struktural juga bagian dari "penghambat" terlaksananya kegiatan dengan baik atau pencapaian tujuan sebuah organisasi.
Lelah bukan untuk dibahas! Namun ketika semuanya berakhir aku menyadari bahwa produktivitasku hari ini benar-benar telah menguras energi.
Kisah hari ini aku mulai dari kantor sebagai wadah semua rencana dan persiapan dimulai dengan penuh harapan agar rapat penyelesaian konflik pertanahan di Kabupaten Aceh Utara dapat terselesaikan dengan bijaksana. Konflik HGU PTPN I Regional Al VI Cot Girek dengan masyarakat setempat telah berlangsung lama.
Rapat tersebut telah di rencanakan jauh-jauh hari oleh pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Instansi kami hanya berperan sebagai koordinator teknis/administrasi untuk menyiapkan dokumen serta melakukan koordinasi dengan sejumlah stakeholder dan instansi terkait sebagaimana tertera dalam daftar undangan.
Usai 30 menit menempuh perjalanan, armada kami tiba di Sekretariat Kabupaten Aceh Utara, kami sengaja datang lebih awal meskipun rapat tersebut baru akan dimulai pada pukul 14.30 wib atau setelah kegiatan shalat Jum'at. Kedatangan kami untuk melakukan koordinasi dengan pejabat terkait, juga memantau kesiapan oproom sebagai tempat berlangsungnya kegiatan rapat.

Ruang waktu yang ada kami manfaatkan untuk menikmati segelas kopi di kantin Sekretariat kantor Bupati. Beberapa kali saya harus bolak balik memantau kesiapan oproom serta memperbaiki slide untuk presentasi di ruang Kepala Bagian Pemerintahan yang terletak di lantai dua.

![]() | ![]() |
|---|---|
Rapat penyelesaian konflik agraria dimulai pada pukul 14.30 wib atau selesai kegiatan shalat Jum'at. Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur dari Forkopimda Provinsi, Kabupaten Aceh Utara, unsur PTPN IV COT GIREK, perwakilan masyarakat dan sejumlah tokoh dan aparatur desa setempat.
Salah satu dari hasil rapat tersebut adalah adanya kesepakatan kedua belah pihak untuk melakukan pengukuran ulang luas lahan HGU PTPN IV COT GIREK. Hal ini tentu merupakan langkah krusial dan bijaksana dalam upaya adil dan transparan guna penyelesaian sengketa dan konflik agraria di Kabupaten Aceh Utara.

Rapat tersebut berjalan dengan hikmah. Aku menuju lantai dasar atau lobi belakang kantor Sekretariat untuk melepaskan penat setelah beberapa jam berada dalam oproom. Sebelum kembali ke kota Lhokseumawe wilayah kota Lhoksukon, Aceh Utara lebih dulu diguyur hujan ringan.

Dalam perjalanan kembali ke Kota Lhokseumawe kami singgah di warung sate Sagobi di kawasan Kedai Punteut Kecamatan Blang Mangat. Warung tersebut merupakan salah satu cabang Sate Geureugok Bireuen yang terkenal dengan rasanya yang khas dan lezat.

Selesai menikmati makan malam kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Lhokseumawe yang hanya berjarak kurang lebih 10 Km atau sekitar 20 menit perjalanan menggunakan kenderaan roda empat.
Kami tiba di Kantor pada pukul 20.30 wib. Kami tidak segera kembali ke rumah, meskipun masih di dera oleh rasa lelah tapi harus menyelesaikan beberapa tugas lain yang berhubungan dengan hasil kegiatan rapat. Saya juga harus saving slide final setelah sebelumnya diperbaiki di gadung kantor Sekretariat (arsip).
![]() | ![]() |
|---|---|
Tugasku selesai sebelum jarum jam tepat di angka 10 (pukul 22.00) wib, selanjutnya aku dan dua rekan lain yang masih tersisa di kantor kembali ke kediaman masing-masing.
Sebelum tiba di rumah aku singgah di salah satu gerai penjual martabak telur, persisnya di Jl. Listrik - Pasar Inpres. Disana aku memesan satu porsi untuk istriku di rumah seharga 10.000 IDR atau setara dengan 16 Steem. (Harga saat konversi).
Sekian produktivitasku hari ini. Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant






https://x.com/i/status/2087137790098104698
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Thank you @sduttaskitchen 🙏