The Diary Game [Tuesday, June 30, 2026] Akhir Bulan yang Sibuk dan Berkeringat |

Talkshow bersama Genwaslu di RRI Lhokseumawe.
Akhir bulan yang super sibuk. Aku harus menyiapkan bahan-bahan untuk mengikuti rapat pleno tentang pemutakhiran data pemilih berkelanjtan di Komisi Independen Pemilihan atau KIP Kota Lhokseumawe. Selain itu, setiap Rabu kami menggelar pleno rutin untuk membahas berbagai persoalan dan agenda.
Namun, aku tinggal sendiri di kantor karena dua pimpinan sedang berada di Banda Aceh untuk mengantarkan laporan. Harusnya yang berangkat, tapi aku menolak berangkat secara mendadak, selain ada urusan penting dengan seseorang penting yang sedang berada di Krueng Geukueh, Aceh Utara.
Di sela-sela tugas kantor, aku membimbing pelatihan menulis naskah lakon bagi seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh. Namanya Sartika dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Ia lolos seleksi untuk Pekan Seni Mahasiswa Daerah yang akan berlangsung di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Bersama mahasiswa dan Nasrullah penulis Aceh, diskusi di Royal Cafe.
Dalam tiga tahun terakhir termasuk tahun ini, aku selalu melatih mahasiswa yang akan mengikuti lomba penulisan lakon. Pertama kali, mahasiswa yang aku bimbing jadi juara pertama, kemudian juara kedua, dan aku tidak berharap kali ini juara ketiga. Targetnya tetapi juara pertama meski berat.
Kemudian, sore hari kawan wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Pase Footbal Club (JPFC) mengajak latih tanding dengan Tim dari Imigrasi Kota Lhokseumawe di Lapangan Mini Soccer di dekat Harun Mart. Lalu malamnya, menjad narasumber di acara talkshow di Pro 1 RRI Lhokseumawe bersama Genwaslu Kota Lhokseumawe.
Sungguh kegiatan yang super padat. Nah, karena kegiatan yang padat itulah terkadang aku harus mengorbankan satu kegiatan yang lain, bahkan aku sendiri menjadi korban, seperti hari ini.

Tersenyum sendiri melihat selimut mobil staf lelaki warna pink.
Aku sudah menelepon Manajer JPFC, Adlin Shakubar, untuk mengambil jersey yang akan kami pakai sore harinya di momi soccer. Tapi tidak diangkat.
Dari kantor, aku ke Royal Café untuk membekali Sartika menghadapi lomba. Sebelumnya aku sudah memberikan tugas yang harus ia selesaikan, dan sejauh ini belum maksimal. Aku ingin ia bekerja keras agar bisa menjadi juara pertama.
Tak lama di Royal Café, aku langsung pulang. Rencananya untuk mengambil jersey dan sepatu. Ternyata, anak sulungku yang pergi ke Bireuen, lupa menitipkan kunci. Akhirnya, aku tidak bisa masuk. Jersey JPFC masih di dalam, termasuk sepatu bolaku.
Padahal, aku sudah menelepon Bang Adlin untuk mengambil baju di rumah.

Manajer JPFC, Adlin Shakubar, mau ambil baju di rumah tapi gagal.
Akhirnya, aku ke lapangan mini soccer dengan kecewa. Biasanya, kunci rumah selalu dititip. Aku tidak niat bermain bola. Namun, ternyata ada sepatu dan celana kawan yang bisa kupakai. Akhirnya, aku ikut bermain dan ikut mencetak satu gol.
Tanpa mandi, malamnya aku langsung ke RRI Lhokseumawe untuk menjadi narasumber acara gelar wicara tentang generasi muda dan demokrasi bersama Aulia, Ketua Genwaslu Lhokseumawe, dan Surya, mantan Ketua HMI Lhokseumawe.
Dan tanpa mandi pula, seusai talkshow aku langsung ke Krueng Geukueh untuk bertemu dengan seorang tokoh penting. Kami menghabiskan waktu untuk diskusi di sebuah kafe dan bertukar mobil (keduanya mobil dia).
Namun, percakapan di sisa malam sama sekali tidak menyenangkan dan masalah laten terjadi lagi. Masalah yang membuatku semakin lelah, bau, dan berkeringat karena belum mandi.[]


Accounts that delegate to us may receive a daily vote worth approximately 15x their delegated SP.
Thank you so much for support me @supportive.
Thank you so much for support me @steemcurator06.
Mantap bang
Alhamdulillah. Pu haba Kanda?
