Perjalanan yang melelahkan

Perjalanan menuju matang glumpang dua
Hai sahabat stemians semuanya, selamat datang di blog saya @suryati1 semoga kabarnya pada sehat dan bahagia semuanya ya.
Keluarga besar kami hari ini hendak melakukan perjalanan ke matang glumpang dua untuk menghadiri acara pesta dan tidak mungkin untuk tidak hadir di sana, sebelum berangkat aku sudah mempersiapkan apa saja yang mau di bawa.
Karena berangkatnya sekitar pukul 8.30 wib aku harus cepat selesai memasak untuk sarapan pagi, aku tidak suka anak-anak nantinya makan di mobil, selain ribet juga bikin orang kesal karena bisa berserakan ke mana-mana, apalagi anak-anak siap pegang makan lalu dilap dimana-mana.
Biar pun demikian ada saja yang selalu makan di mobil dan itu sudah menjadi kebiasaan, baru beberapa kilo meter jalan sudah mulai membuka bungkus nasi, terserahlah aku tidak perduli yang penting anak-anak ku sudah makan di rumah sebelum kami pergi.
Baru hendak keluar dan menutup pintu, aku melihat kucing ku si utih sedang bermain di dekat pintu, ku pikir dia bermain dengan kertas dan setelah ku dekati ternyata dia sedang bermain dengan seekor burung kecil yang sudah tidak bernyawa, dasar putih selalu saja seperti itu.
Sampai di jembatan kuta Blang ternyata kami langsung antri untuk lewat sehingga kami bisa cepat sampai ke tempat acara, namun saat pulang kami harus menunggu hingga satu jam lebih, kemudian juga di pungut biaya oleh orang yang ada di sana, siapa yang menerobos harus bayar, kami yang tidak menerobos pun juga bayar.
Entah apa jadinya negeri ini, pungli ada di mana-mana, jembatan sudah hampir setahun belum siap juga, dan katanya tanggal 20 bulan ini baru akan di resmikan, itu sih katanya.... jadi kesempatan buat nyari uang ya tinggal menghitung hari saja, katanya lagi jembatan tersebut bentar-bentar patah jadi harus melewati jalan lain yang juga kena biaya.
Jembatan Awe getah tanpa biaya dan memakan waktu satu jam perjalanan, atau jembatan kepala hiu yang berbayar itu tergantung pilihan kita, jika jembatan kuta Blang patah maka kita harus mengambil alternatif lain mau lewat jembatan Awe getah yang jauh atau yang dekat tapi bayar, katanya lagi pendapat yang di terima oleh pengelola jembatan kepala hiu bisa mencapai 1 M dalam sebulan. penghasilan yang fantastis sekali.
Kami pulang setelah singgah di rumah wawak dari suami ku, setelah makan sore barulah kami pulang dan sampai di rumah sekitar jam 11 malam, di perjalanan kami juga membeli sate apaleh yang terkenal di daerah gurugok, dan membeli nasi di gerai nasi kuning di Bayu. Perjalanan ini memang sangat melelahkan karena harus menghadapi antrian yang sangat panjang, kalau kita menempuh perjalanan sudah puluhan kilometer sampainya.
Sekian postingan saya hari ini, terimakasih sudah singgah dan meluangkan waktu untuk membacanya, wassalam.









Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Terimakasih temanku tim kurator 06 atas dukungannya 🙏🌹