Tak Ada Yang Bisa Lari Dari Kematian
Bagaimana kita memandang kepergian orang terkasih. Topik ini sedikit sensitif, karena ketika berbicara tentang kematian, kita selalu memilih untuk menghindar dan tidak membicarakannya. Kita takut akan kepergian keluarga terdekat kita, takut tidak akan pernah lagi bisa mencicipi masakan yang ingin kita makan. Takut sebuah panggilan tak akan pernah lagi mendapat sahutan. Namun, tak satu pun dari kita yang bisa lari atau bersembunyi darinya.

Saat masih muda, kita selalu berpikir bahwa kematian sangat jauh dari kita. Disaat sedang berjaya dan penuh semangat, kita tidak percaya bahwa ada perpisahan di dunia ini. Dimasa muda yang masih lugu, kita dengan naif percaya bahwa bintang-bintang di langit adalah orang-orang terkasih di bumi yang telah berpulang, sehingga meskipun ditengah digelapnya malam, kita menjadi tidak begitu ketakutan. Hingga kita mencapai usia dimana kita menatap rumah mereka dan merindukan sosoknya, memasuki ruangan dan teringat akan kenangan bersama mereka.
Barulah kita benar benar mengerti apa yang dikatakan, "Kepergian orang terkasih bukanlah sebuah badai sesaat, melainkan rasa kesedihan yang berkepanjangan seumur hidup. Aku selamanya terjebak dalam rasa kesedihan ini, ia berwujud di dapur yang kosong di pagi hari, berwujud jendela yang gelap gulita saat pulang larut malam, disetiap hari hari yang tampak tenang tanpa gejolak, tiba-tiba ia kembali membangkitkan badai yang hebat didalam hati".
Teman-teman, menghadapi perpisahan dan kematian sepertinya adalah mata kuliah wajib bagi kita semua, manusia secara total akan mati sebanyak tiga kali. Kematian pertama adalah, ketika detak jantung berhenti dan nafas menghilang. Kamu akan dinyatakan meninggal secara biologis.
Kematian kedua adalah saat pemakaman. Kamu akan menghilang dari hubungan sosial. Kematian ketiga adalah, ketika orang terakhir di dunia masih mengingatmu, akhirnya tidak lagi mengingatmu. Barulah saat itu seluruh alam semesta tidak lagi memiliki kaitan dengan dirimu. Jadi, kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan dilupakanlah yang menjadi akhir sesungguhnya.
Mereka yang telah pergi hanyalah melompat keluar dari waktu, berubah menjadi molekul dan atom, membawa cinta dan harapan, lalu meninggalkannya di dalam aliran darah kita. Kematian hanyalah sebuah awal yang baru, setelah itu pohon besar yang melindungimu dari angin dan hujan adalah dirinya. Baju hangat yang melindungimu dari hawa dingin adalah dirinya.
Saat kamu merasa lelah, gantungan diatas mejamu yang kamu tatap, itu juga adalah dirinya. Pada akhirnya dalam pelajaran tentang kepergian orang terkasih ini, kita tidak harus selalu belajar untuk mengucapkan selamat tinggal dan memaksa diri untuk menerimanya. Karena, meski mereka telah pergi sebagai kerabat kita, mereka akan terlahir kembali dalam bentuk yang berbeda. Ikut mengakar dan mekar bersama kita. Dalam kesedihan maupun dalam tawa bahagia, semoga musim hujan tahun ini memberikan ketenteraman, musim kemarau menghadirkan dan membawa kebahagiaan. Semoga kita semua mengerti bahwa setiap pasti ada perpisahan, jadikanlah setiap momen sebagai untaian do'a. Secara alamiah akan ada yang pergi mengikuti angin, ada yang hadir dalam mimpi, dan ada yang menetap selamanya di dalam lubuk hati.
Salam kompak selalu.
By @midiagam

You have certainly said some touching words my friend, in this life we are sure to experience death, and I don't really understand why most individuals shy away from it, it's a kind of topic that most individuals don't like to talk about because it brings back memories that you make those unhappy and even make their day worst because of the feeling they have inside, on losing crucial individuals in their life. I mostly agree with you because when we are young individuals most especially in our youth and teenagers do feel like and see life is a bird of roses, not even planning the future to actually succeed and note that you need to spend your life wisely remembering that death is part of life. I hope we all die happy and fulfilled with the achievements we have, and the things we have conquered in this world. The water inspirational and a warning to the youth to leave everyday as their last.
Bravo amigo 👏🏿 &
Steem on!!!
Thank you for reading and for your kind comments; I hope this proves useful to all readers. Best regards.